
Denza kembali menarik perhatian pasar mobil listrik premium lewat Z Roadster, sebuah sportscar listrik terbuka yang ditargetkan punya tenaga lebih dari 1.000 hp. Mobil ini juga diklaim sanggup melesat 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2 detik, angka yang langsung menempatkannya di jajaran performa paling ekstrem.
Debut dunia model ini menjadi penting karena menunjukkan arah baru Denza di segmen sportscar listrik premium. Sub-brand premium milik BYD itu tidak hanya mengejar tampilan agresif, tetapi juga mulai membawa versi produksi ke arah yang lebih realistis dibanding mobil konsep sebelumnya.
Desain luar tetap dramatis, tetapi lebih siap jalan raya
Secara visual, Denza Z Roadster masih mempertahankan proporsi rendah dan agresif seperti konsepnya. Bagian depan memakai hidung rendah, lampu utama sipit yang menyapu ke belakang, serta fender belakang berotot yang memperkuat kesan performa.
Garis bodi naik ke arah belakang lalu menyatu dengan area air intake belakang. Di buritan, lampu belakang empat elemen berbentuk berlian menjadi identitas yang paling mudah dikenali.
Namun sejumlah elemen ekstrem kini dibuat lebih masuk akal untuk versi produksi. Front splitter besar dipangkas signifikan dan diganti elemen berbentuk sayap sewarna bodi yang membentuk saluran udara.
Ventilasi besar di fender depan dan sayap belakang juga dihilangkan. Diffuser belakang dibuat lebih kalem, meski karakter agresifnya tetap dipertahankan sebagai roadster performa tinggi.
Denza menegaskan bahwa aerodinamika tetap menjadi perhatian utama. Salah satu detail yang masih dipertahankan adalah ventilasi fungsional di kap mesin, yang menunjukkan bentuk bodi tidak sekadar mengejar gaya.
Pelek 20 inci dengan desain Y-spoke ikut menguatkan aura mobil performa. Kombinasi proporsi rendah, atap kain terbuka, dan detail bodi yang lebih matang memberi sinyal bahwa model ini makin dekat ke tahap produksi.
Kabin fokus ke pengemudi, bukan sekadar pamer teknologi
Dengan atap kain terbuka, interior Z Roadster kini terlihat lebih jelas. Denza mempertahankan dashboard tipis dan konsol tengah bergaya flying buttress yang sebelumnya sudah muncul pada versi coupe.
Setir tiga palang kini tampil lebih konvensional dibanding konsep awal. Meski begitu, nuansa sporty tetap terasa lewat bentuk flat-top dan flat-bottom, serta tombol-tombol besar termasuk tombol Boost.
Panel instrumen digital tipis masih ditempatkan di depan pengemudi. Di tengah dashboard, layar infotainment besar tetap dipertahankan untuk menjaga kesan modern dan berteknologi tinggi.
Perubahan juga terlihat di sisi penumpang. Layar penumpang yang ada pada versi coupe kini diganti panel serat karbon, menegaskan fokus yang lebih kuat pada pengemudi dan karakter performa mobil.
Denza turut membuat kabin lebih fungsional untuk penggunaan nyata. Fitur seperti ventilasi AC yang bisa diatur, wireless charger Qi, port USB, sistem pewangi kabin, dan cup holder sudah disiapkan.
Basis teknisnya mengarah ke performa serius
Di balik desainnya, Z Roadster akan memakai platform e3 yang juga digunakan Denza Z9GT. Basis ini mengindikasikan penggunaan sistem tiga motor listrik serta fitur independent rear-wheel steering.
Suspensi magnetorheological DiSus-M juga akan menjadi bagian dari paket teknologinya. Sistem ini penting karena roadster dengan tenaga sangat besar membutuhkan pengendalian bodi dan respons sasis yang presisi, bukan hanya akselerasi lurus.
Kombinasi tenaga lebih dari 1.000 hp dan sprint 0-100 km/jam di bawah 2 detik menempatkan Z Roadster di wilayah performa yang sangat ekstrem. Dalam konteks mobil listrik, angka itu menunjukkan ambisi Denza untuk masuk ke ranah performa kelas atas.
Masih diuji dan menuju panggung berikutnya
Denza menyebut pengujian di Nürburgring Nordschleife sudah dimulai. Catatan waktunya akan diumumkan kemudian, langkah yang lazim dipakai untuk menunjukkan kapabilitas performa dan kestabilan mobil dalam kondisi sirkuit berat.
Model ini juga disebut akan hadir dalam tiga varian. Salah satunya adalah versi khusus trek yang terinspirasi langsung dari mobil konsep awal, sehingga tiap varian kemungkinan membawa karakter yang berbeda.
Setelah tampil di Auto China 2026, versi produksi Denza Z dijadwalkan menjalani debut dunia di Goodwood Festival of Speed pada Juli mendatang sebelum diluncurkan di pasar China tidak lama setelahnya. Dengan strategi itu, Denza memperlihatkan bahwa Z Roadster bukan lagi sekadar mobil konsep yang menarik perhatian di panggung pameran.
Source: otodriver.com




