Denza D9 Lebih Laris Dari Alphard Versi Murah, Selisih Harga Dan Pajaknya Bikin Tercengang

Denza D9 tengah mencuri perhatian di pasar MPV premium Indonesia karena mampu menjual lebih banyak unit dibanding Toyota Alphard versi murah. Selisihnya tidak tipis, baik dalam data bulanan maupun akumulasi beberapa bulan terakhir.

Data distribusi Gaikindo periode April 2026 menunjukkan Denza D9 menembus 1.032 unit, sedangkan Alphard versi murah hanya 173 unit. Dalam hitungan Januari-April 2026, Denza D9 juga mencatat 2.149 unit, jauh di atas Alphard versi murah yang membukukan 401 unit.

Harga menjadi pembeda paling besar

Di segmen premium, harga sering menjadi penentu awal, dan Denza D9 tampil lebih agresif di titik ini. Mobil listrik tersebut dipasarkan Rp 950 juta, sementara Alphard termurah dijual Rp 1,288 miliar.

Selisih ratusan juta rupiah itu membuat Denza D9 terlihat lebih mudah dijangkau oleh konsumen yang mencari MPV mewah. Dalam kelas keluarga premium, perbedaan harga beli seperti ini punya pengaruh besar terhadap keputusan pembelian.

Biaya kepemilikan ikut menekan Alphard

Keunggulan Denza D9 tidak berhenti pada harga jual. Mobil listrik ini juga mendapat keuntungan dari kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik yang diminta pemerintah kepada gubernur di seluruh Indonesia.

Dengan skema itu, Denza D9 yang harganya nyaris menyentuh Rp 1 miliar bebas pajak kendaraan bermotor. Pemiliknya hanya dikenai tarif SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu untuk STNK tahunan.

Alphard tidak memperoleh insentif serupa. Meski nilai jual kendaraan bermotornya disebut mirip dengan Denza D9, pajak tahunan Alphard tetap berada di kisaran belasan juta rupiah.

Perbedaan ini muncul karena model hybrid tidak memperoleh pembebasan pajak dan bea balik nama seperti mobil listrik murni. Akibatnya, biaya kepemilikan tahunan keduanya bergerak sangat jauh.

Dua pendekatan teknis yang berbeda

Denza D9 dan Alphard versi murah juga menawarkan karakter penggerak yang tidak sama. Denza D9 hadir sebagai MPV listrik penuh, sedangkan Alphard versi murah tersedia dalam opsi mesin konvensional dan hybrid.

Pada Alphard hybrid, Toyota memakai mesin A25A-FXS dengan tenaga 190 PS pada 6.000 rpm dan torsi 236 Nm pada 4.300-4.500 rpm. Mesin itu dipadukan dengan transmisi CVT.

Untuk Alphard bensin, Toyota menggunakan mesin 2AR-FE dengan tenaga 182 PS dan torsi 235 Nm. Dari sisi spesifikasi, Alphard versi murah disebut tidak berbeda dengan varian di atasnya, sehingga pemangkasan harga tidak mengubah basis performanya.

Denza D9 mengandalkan paket yang sepenuhnya listrik. MPV ini membawa baterai BYD Blade berteknologi LFP berkapasitas 103 kWh.

Baterai itu dipasangkan dengan Permanent Magnet Synchronous Motor yang menghasilkan tenaga 230 kW dan torsi 360 Nm. Di atas kertas, kombinasi tersebut membuat Denza D9 sanggup menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian penuh.

Pasar mulai melihat efisiensi, bukan hanya nama besar

Kombinasi harga yang lebih rendah, pajak tahunan yang ringan, dan jarak tempuh panjang membuat Denza D9 punya paket yang sulit diabaikan. Di tengah persaingan MPV premium, faktor efisiensi biaya kepemilikan tampak semakin diperhitungkan konsumen.

Alphard tetap membawa citra kuat sebagai MPV premium yang mapan. Namun, harga beli yang lebih tinggi dan beban pajak tahunan yang jauh lebih besar membuat posisinya lebih menantang saat berhadapan dengan rival listrik seperti Denza D9.

Data penjualan selama awal 2026 memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya bergerak oleh reputasi merek. Dalam duel ini, Denza D9 sementara memimpin dengan 1.032 unit pada April 2026 dan 2.149 unit sepanjang Januari-April 2026, sementara Alphard versi murah tertinggal di 173 unit pada April dan 401 unit dalam empat bulan pertama.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version