Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur membuka jalur baru untuk menampung suara warga lewat program Jumat Aspirasi Rakyat atau JUARA. Skema ini dibuat agar aduan masyarakat bisa masuk lebih cepat dan tidak terjebak birokrasi yang berbelit.
Peluncuran program dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Surabaya, sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak. Fraksi Demokrat menempatkan program ini sebagai upaya mendekatkan kader dengan konstituen dan hadir lebih langsung di tengah persoalan warga.
Ruang Aduan Setiap Jumat
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, dr. Agung Mulyono, mengatakan JUARA disiapkan sebagai ruang terbuka bagi warga Jawa Timur setiap Jumat. Masyarakat dapat datang untuk menyampaikan persoalan kesehatan, pendidikan, pertanian, bantuan sosial, hingga infrastruktur.
Agung menilai masih banyak warga yang kesulitan menemukan akses komunikasi langsung dengan wakilnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya kader Demokrat mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung dan menindaklanjutinya tanpa jarak yang panjang.
Untuk menjaga program tetap berjalan efektif, Fraksi Demokrat menerapkan sistem piket dengan dua anggota dewan siaga setiap pekan. Skema ini dibuat agar aduan warga bisa dikawal lebih dekat dan segera diproses.
Ngofrak Diperkuat Sebagai Kanal Dialog
Di luar JUARA, Demokrat Jatim juga menguatkan program Ngobrol Fraksi atau Ngofrak yang telah berjalan selama satu tahun terakhir. Forum ini digelar tiap triwulan dan mempertemukan anggota dewan dengan akademisi, komunitas, serta tokoh masyarakat dalam suasana yang lebih santai.
Ngofrak dijalankan secara bergiliran di rumah-rumah kader, dan edisi Juli mendatang direncanakan berlangsung di Kabupaten Ponorogo. Forum ini juga dipakai sebagai alat monitoring dan evaluasi internal terhadap kinerja legislasi, anggaran, dan pengawasan anggota fraksi di masing-masing komisi.
Menyentuh Masalah Harian Warga
Koordinator Program JUARA, Rasiyo, menilai anggota dewan harus peka terhadap isu yang berkembang di masyarakat. Ia menyoroti tekanan daya beli akibat fluktuasi harga bahan pokok dan berbagai kebijakan nasional yang ikut memengaruhi kehidupan warga.
Rasiyo juga mencontohkan langkah fraksi yang mengawal aduan sejumlah guru ke Komisi E DPRD Jatim untuk dicari jalan keluarnya. Menurut dia, anggota Fraksi Demokrat wajib memahami persoalan di daerah pemilihan masing-masing dan memberi pendampingan nyata.
Melalui penguatan JUARA dan Ngofrak, Fraksi Demokrat DPRD Jatim menargetkan fungsi parlemen berjalan lebih optimal sebagai wadah aspirasi dan solusi bagi persoalan masyarakat. Program ini diposisikan sebagai cara untuk memperkuat kehadiran wakil rakyat di tengah kebutuhan publik yang terus berubah.
Source: timesindonesia.co.id






