Dee Lestari kembali ke panggung musik dengan album ketiganya, (Jangan) Jatuh Cinta, yang dirilis pada 10 Juni 2026. Kehadiran album ini menandai kembalinya Dee ke jalur yang lama tak ia sentuh setelah lebih dikenal lewat karya-karya literasinya.
Album ini langsung terasa sebagai proyek yang paling personal dalam fase terbaru kariernya. Lewat delapan lagu, Dee merangkai cerita tentang cinta, kehilangan, dan penerimaan dengan sentuhan yang puitis sekaligus reflektif.
Jeda Panjang Sebelum Comeback
Sebelum album baru ini, Dee terakhir merilis Rectoverso pada 2008. Jauh sebelumnya, ia memulai perjalanan musik lewat album debut Out of Shell pada 2006.
Setelah itu, nama Dee makin kuat sebagai penulis melalui seri Supernova, Aroma Karsa, dan Filosofi Kopi. Karena itu, album baru ini terasa seperti pertemuan kembali dua sisi penting dari perjalanan kreatifnya.
Delapan Lagu, Banyak Kolaborasi
(Jangan) Jatuh Cinta disusun dengan dukungan sejumlah musisi dari lintas generasi. Setiap lagu mendapat warna aransemen yang berbeda, sehingga album ini terdengar berlapis dan tidak monoton.
Lagu pembuka yang juga menjadi judul album digarap bersama Rendy Pandugo dan Teddy Adhitya. Sementara itu, Patah Hati hadir dengan sentuhan Gala Yudhatama dan Pandji Akbari yang memberi nuansa lebih dinamis.
Lagu Lama, Nuansa Baru
Album ini juga memuat Kabarku, yang sebelumnya sudah dirilis sebagai single bersama Fellow Amateurs, kolektif yang digawangi Mikha Angelo dan rekan-rekannya. Kehadiran lagu tersebut memperkuat warna kolaboratif yang dibangun Dee di album ini.
Ada pula Hujan Bulan Juni yang digarap bersama Gardika Gigih dan Barsena Bestandhi dengan konsep live session dan choir. Selain itu, Jadi Udara hadir lewat aransemen Dimas Wibisana dan vokal latar Arina Ephipania dari Mocca.
Duet Paling Emosional
Salah satu nomor yang paling disorot adalah Cuma Satu Nama, duet Dee bersama Afgan. Lagu ini punya kedekatan emosional karena liriknya ditulis Dee bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.
Kolaborasi itu memberi lapisan makna yang kuat pada album ini. Kehadiran Afgan juga menambah dimensi vokal yang membuat lagu tersebut menjadi salah satu yang paling diperhatikan dari daftar lagu album.
Penutup yang Reflektif
Album ini ditutup dengan Bintang Utara, lagu bersama Lafa Pratomo yang membawa tema relasi orang tua dan anak. Lagu itu juga memuat makna tentang proses belajar melepaskan, sehingga cocok menjadi penutup yang kontemplatif.
Selain lagu-lagu baru, album ini juga menampilkan versi baru Perahu Kertas dengan aransemen segar. Kombinasi materi lama dan baru membuat (Jangan) Jatuh Cinta terasa seperti rangkuman emosional tentang cinta, luka, dan penerimaan.
Daftar lagu di album ini terdiri dari (Jangan) Jatuh Cinta, Patah Hati, Kabarku, Hujan Bulan Juni, Jadi Udara, Perahu Kertas, Cuma Satu Nama, dan Bintang Utara. Dengan pendekatan yang matang dan kolaboratif, Dee Lestari menandai comeback musiknya lewat karya yang tetap setia pada lirik puitis yang selama ini melekat pada namanya.
