Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti fenomena orang berkostum pocong yang membuat warga resah di sejumlah daerah. Ia menegaskan, aksi itu tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar prank karena sudah bergeser menjadi modus berbagai tindak kriminalitas.
Sorotan itu menguat setelah muncul laporan adanya oknum yang berkeliaran di kawasan wisata Lembang dan Kota Bandung. Dedi juga menerima laporan soal orang berkostum serupa yang mengetuk pintu rumah warga pada malam hari dengan motif kejahatan.
Operasi di kawasan wisata
Dedi menyebut Satpol PP sudah melakukan operasi terhadap oknum yang disebut hantu jadi-jadian di kawasan Lembang dan Bandung. Menurut dia, keberadaan mereka meresahkan karena ada yang meminta-minta ke mobil di siang hari dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Ia mengungkap, sejumlah kasus lain juga muncul dengan pola serupa. Di antaranya pencurian kambing, mengetuk rumah warga, hingga dugaan perampokan.
Pola itu, kata Dedi, menunjukkan bahwa kostum pocong bisa dipakai sebagai kedok untuk tindakan kriminal maupun sekadar aksi iseng. Meski terlihat seperti candaan, dampaknya tetap menimbulkan keresahan di masyarakat.
Warga diminta hidupkan siskamling
Untuk mencegah gangguan itu meluas, Dedi meminta aparatur kewilayahan hingga tingkat desa menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan atau siskamling. Ia menilai pengawasan lingkungan perlu diperkuat agar warga bisa lebih cepat merespons hal-hal yang mencurigakan.
Ia juga mendorong warga memanfaatkan grup komunikasi di aplikasi perpesanan dan alarm tradisional seperti kentongan. Dengan cara itu, peringatan bisa segera disebarkan ketika muncul aktivitas yang dianggap tidak wajar di lingkungan permukiman.
Dedi mengajak warga bersama-sama melakukan patroli siskamling secara rutin. Ia juga meminta alarm dibunyikan bila ada hal mencurigakan, termasuk sosok berkostum pocong yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Pesan itu menegaskan bahwa isu pocong di Jawa Barat kini masuk perhatian serius. Pemerintah daerah dan warga diminta bergerak bersama agar gangguan serupa tidak semakin meluas di lingkungan permukiman maupun kawasan wisata.
Ancaman yang tak lagi dianggap sepele
Fenomena ini kini dipandang bukan hanya soal ketertiban umum, tetapi juga potensi kejahatan. Karena itu, pengawasan lingkungan di tingkat warga menjadi salah satu penekanan utama agar laporan warga bisa cepat ditindaklanjuti.
Di saat yang sama, aktivitas di kawasan wisata dan permukiman juga menjadi perhatian karena laporan yang masuk tidak hanya terjadi di satu lokasi. Kombinasi patroli warga, siskamling, dan respons cepat dinilai penting untuk menekan ruang gerak pelaku yang memanfaatkan kostum pocong sebagai penutup aksi mereka.
Source: jabar.jpnn.com