Dedi Mulyadi Turun Langsung ke Disdik Jabar, Polemik SPMB 2026 Dituntut Terang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih turun langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat saat keluhan orang tua calon murid baru soal hasil seleksi semakin ramai. Langkah itu menandai bahwa polemik Pemetaan Calon Murid Baru dalam SPMB 2026 sudah masuk ke ruang publik dan menuntut jawaban yang jelas.

Dedi meminta Kadisdik Jabar Purwanto memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat yang hadir. Ia menilai persoalan seperti perubahan skor dan hilangnya nama peserta di sistem harus dijawab oleh pihak teknis yang menangani pelaksanaan seleksi.

Teknis Harus Dijelaskan di Depan Publik

Di hadapan para orang tua, Dedi menegaskan bahwa urusan semacam itu bukan ranah yang semestinya dijelaskan sendiri oleh gubernur. Ia meminta pejabat teknis tampil terbuka agar publik mendengar penjelasan langsung dari pihak yang memproses SPMB.

Saat Purwanto berupaya menjabarkan persoalan kepada orang tua, Dedi justru meminta agar penjelasan itu disampaikan ke depan hadirin. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui alasan di balik hasil seleksi yang memunculkan keberatan.

“Bapak bukan penjelasan begini, Bapak tampil ke depan, tanganin,” tegas Dedi Mulyadi. Ia juga meminta seluruh jajaran Dinas Pendidikan Jawa Barat ikut bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi.

Keluhan Orang Tua Mendorong Respons Langsung

Kehadiran Dedi di kantor Disdik Jabar dilakukan untuk merespons beragam keluhan orang tua calon murid baru. Keluhan itu berkaitan dengan hasil seleksi PCMB yang menjadi perhatian besar dalam pelaksanaan SPMB Jawa Barat Tahun 2026.

Dalam situasi seperti ini, publik menunggu penjelasan yang tidak berputar-putar dan bisa menjawab sumber masalah secara langsung. Dedi menilai penjelasan teknis harus datang dari pejabat yang benar-benar menangani prosesnya.

“Ayo tampil kalian ke depan, tanganin. Ini kan teknis Pak, yang begini bukan lagi saya gubernur ngerjain, yang begini mah saya nggak bisa ngejelasin, teknis,” katanya.

Fokus utama persoalan yang disorot adalah perubahan skor serta nama peserta yang hilang dari sistem. Dua hal itu membuat proses seleksi dipertanyakan oleh para orang tua dan mendorong permintaan agar Disdik Jabar memberi keterangan terbuka.

Dengan sorotan yang terus meningkat, penjelasan dari jajaran dinas pendidikan menjadi bagian penting untuk meredakan kebingungan di masyarakat. Pemerintah daerah kini didesak memperlihatkan tanggung jawab secara langsung di depan publik yang terdampak.

Source: mawartanews.com

Terkait