Decemberism Rilis A Summer Bluer, Melankoli yang Menjadi Titik Balik Menuju Album Perdana

Decemberism resmi memasuki fase baru lewat single terbaru berjudul A Summer Bluer. Lagu ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 17 April 2026 dan sekaligus menandai bergabungnya unit musik asal Sidoarjo itu sebagai roster di bawah label Haum Entertainment.

Rilis ini terasa penting karena tidak hanya memperkenalkan materi baru, tetapi juga menegaskan arah emosional dan musikal yang lebih matang. Decemberism kini digawangi Lambang Akbar Ramadhan pada gitar dan Abiezar Akbar Pramestio pada vokal serta gitar.

Melankoli yang lahir dari perpisahan

Secara tematik, A Summer Bluer memotret perpisahan, perjalanan melanjutkan hidup, dan upaya berdamai dengan kenangan. Nuansanya hangat, tetapi tetap menyisakan lapisan melankoli yang kuat.

Lagu ini ditulis dan dikomposisi oleh Lambang Akbar Ramadhan. Ia memakai metafora “a summer bluer than the surface of the sea” untuk menggambarkan kesedihan yang dalam, sekaligus menempatkan warna biru sebagai simbol perasaan, kesetiaan, dan sendu.

Lambang menyebut lagu ini sebagai karya sederhana tentang berpindah ke fase hidup berikutnya. Ia menegaskan bahwa meninggalkan kondisi tertentu memang berat, tetapi langkah ke depan tetap harus diambil.

Sentuhan sinema Jepang dalam penulisan

Dari sisi lirik, A Summer Bluer membawa pengaruh estetika film-film Jepang. Lambang menyebut nama Iwai Shunji, Miki Takahiro, dan Koreeda Hirokazu sebagai referensi yang ikut membentuk suasana emosional lagu.

Pengaruh itu terasa pada cara lagu membangun atmosfer yang tenang, puitis, dan dekat dengan pengalaman kehilangan yang personal. Pendekatan ini membuat lagu tersebut bergerak bukan hanya sebagai karya musik, tetapi juga sebagai narasi yang terasa sinematik.

Arah musikal yang lebih segar

Secara musikal, single ini menjadi penyegar identitas Decemberism. Band ini memadukan pengaruh emo era 90-an seperti Texas is The Reason dan Mineral dengan sentuhan band Jepang seperti Supercar dan Bluebeard.

Proses produksi juga melibatkan musisi lintas proyek untuk memperkuat bagian instrumen. Formasi kerja itu memberi ruang bagi Decemberism untuk menghadirkan warna yang lebih matang tanpa meninggalkan karakter emosional yang sudah mereka bangun sejak awal.

ElemenDetail
Penulis dan komposisiLambang Akbar Ramadhan
Bass tambahanGangsar Priyambodo
Drum tambahanPrima Panji dari Reverie/Voorstad
Rekaman vokal dan gitarSelfrecs Studio oleh Alwan Hilal Cessaro
Mixing dan masteringAyok dari Griffin Studio
Visual dan artworkAnggra dari Timeless dan Yogi Fadillah

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa A Summer Bluer digarap dengan perhatian pada detail suara dan presentasi visual. Hasilnya, single ini terasa sebagai karya yang lebih utuh dalam membangun identitas baru Decemberism.

Visual yang menekankan kesementaraan

Konsep visual lagu ini juga dibuat dengan kuat. Artwork A Summer Bluer mengusung mono no aware, istilah estetika Jepang yang merujuk pada kesadaran bahwa segala sesuatu bersifat tak kekal.

Foto-foto untuk artwork diambil langsung di Jepang oleh Anggra dan Yogi Fadillah. Abiezar mengatakan pemilihan warna biru menjadi bagian penting dalam konsep visual ini karena dianggap sangat spesial untuk lagu tersebut, termasuk lewat pencarian referensi warna bernuansa Jepang.

Langkah awal menuju album penuh

Perilisan A Summer Bluer tidak diposisikan sebagai rilis biasa. Lambang menyebut lagu ini sebagai turning point untuk memulai ulang arah kreatif band dan membuka jalan menuju album penuh pertama mereka.

Di tengah langkah baru tersebut, Decemberism menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar merilis single. Band ini juga sedang membangun fondasi untuk fase berikutnya sambil menjaga konsistensi musikal dan memperluas ruang ekspresi lewat materi yang lebih panjang.

Source: mediaindonesia.com

Terkait