Debut Akting Apos Hutagaol, Langsung Harus “Nyunda” di Ganteng-Ganteng Genteng

Apos Hutagaol memulai debut aktingnya lewat serial drama komedi Ganteng-Ganteng Genteng dan langsung mendapat peran yang tidak dekat dengan kesehariannya. Kreator konten yang dikenal lewat dialek Betawi itu tampil sebagai Taulib, pria asal Majalengka yang fasih berbahasa Sunda.

Peran ini menuntut Apos keluar dari persona yang sudah lama melekat di publik. Ia tidak hanya harus berakting, tetapi juga menyesuaikan cara bicara, gestur, dan energi agar karakter Taulib terasa meyakinkan di layar.

Perubahan logat jadi tantangan utama

Apos mengakui bahwa proses paling penting dalam debut ini adalah berpindah dari logat Jakarta ke logat Sunda. Dalam keterangannya saat peluncuran serial di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, ia menyebut dirinya harus “nyunda” supaya karakter itu hidup.

Penyesuaian seperti ini membuat debut aktingnya terasa lebih serius. Ia tidak sekadar tampil sebagai figur yang sudah dikenal penonton, melainkan membangun identitas baru yang sesuai dengan latar budaya tokoh.

Jadi buruh pabrik genteng dengan tampilan berbeda

Selain bahasa, Apos juga menyesuaikan penampilan fisik untuk mendukung karakter Taulib. Di serial ini, Taulib digambarkan sebagai buruh pabrik genteng, sehingga visual tubuhnya dibuat lebih proporsional agar cocok dengan pekerjaan yang dijalani tokoh tersebut.

Apos mengatakan dirinya yang selama ini dikenal dengan penampilan “gemoy” perlu berubah supaya karakter terlihat pas. Transformasi itu menunjukkan bahwa serial ini tidak hanya mengandalkan unsur komedi, tetapi juga memberi perhatian pada detail karakter.

Taulib dan Ella jadi pusat dinamika cerita

Di dalam alur, Taulib memiliki ketertarikan pada Ella, tokoh yang diperankan Jasmine Nadya. Apos menggambarkan hubungan keduanya dengan nada ringan dan menyamakannya seperti Jack dan Rose versi lokal dari Jatiwangi.

Meski dikemas komedi, hubungan itu tetap menjadi bagian penting dalam cerita. Kehadiran Ella memberi ruang bagi Taulib untuk menampilkan sisi emosional dan tidak berhenti sebagai karakter lucu semata.

Chemistry dengan lawan main tidak selalu mulus

Apos juga menghadapi tantangan saat membangun chemistry dengan Jasmine Nadya. Ia menilai lawan mainnya memiliki sifat yang sangat tertutup dalam kehidupan nyata, sehingga proses membangun kedekatan di depan kamera memerlukan penyesuaian lebih.

Kondisi itu justru menambah dinamika selama syuting. Interaksi antarpemain menjadi elemen penting agar relasi antarkarakter tetap terasa alami dan bisa diterima penonton.

Didukung pemain senior dan sutradara Jay Sukmo

Ganteng-Ganteng Genteng turut menghadirkan Antonio Blanco Jr, Rafly Altama, Zsa Zsa Utari, Dian Sidik, dan Joe P Project. Serial ini disutradarai Jay Sukmo dan terdiri dari 7 episode.

Kehadiran aktor senior seperti Joe P Project dan Dian Sidik juga membantu Apos dalam menjaga nuansa komedi. Kombinasi pemain lintas generasi memberi warna tersendiri pada serial yang tayang setiap Jumat di Vidio mulai 24 April 2026.

Apos berharap Taulib tidak hanya menjadi tokoh pendukung, tetapi juga punya pengaruh penting dalam cerita. Lewat proyek ini, ia mendapat ruang untuk memperlihatkan kemampuan akting sekaligus mempertahankan ciri komedi yang selama ini melekat pada dirinya.

Source: mediaindonesia.com

Terkait