Dead Or Alive 6 Last Round Dibanjiri Review Negatif, Model Monetisasinya Dipersoalkan

Author: Cung Media

Dead Or Alive 6: Last Round langsung tersandung penolakan saat hadir sebagai rilis ulang di Steam. Edisi yang diposisikan sebagai versi paling lengkap itu justru dibanjiri ulasan negatif, dengan sekitar 78% review tercatat buruk.

Masalahnya bukan hanya soal isi game, tetapi juga cara penerbit membungkus dan menjualnya kembali. Banyak pemain menilai model monetisasi yang dipakai terasa seperti konten lama yang dikemas ulang dengan biaya tambahan yang makin berat.

Edisi lengkap yang justru memicu kritik

Dalam perayaan 30 tahun seri Dead or Alive, Last Round dipasarkan sebagai versi definitif dari Dead or Alive 6. Paket ini membawa photo mode serta berbagai DLC kostum dan outfit, dengan total sekitar 440 item DLC.

Jumlah konten tambahan itu malah menjadi salah satu titik keluhan terbesar. Menurut IsThereAnyDeal, seluruh DLC tersebut bernilai sekitar $1,707.60, belum termasuk harga game dasarnya.

Informasi Detail
Status ulasan di Steam 78% review buruk
Total DLC Sekitar 440 item
Nilai seluruh DLC Sekitar $1,707.60

Keluhan soal cara jual ulang game

Reaksi negatif banyak dipicu keputusan merilis ulang game tanpa jalur upgrade yang jelas. Sebagian pemain berpendapat game ini seharusnya cukup diperbarui, bukan dijual lagi sebagai edisi baru.

Keberatan itu makin besar karena Dead or Alive 6: Last Round tidak menawarkan upgrade gratis atau diskon besar bagi pemilik Dead or Alive 6 versi lama. Di saat yang sama, versi 2019 asli sudah dihapus dari toko digital.

Akibatnya, pemain baru praktis harus membeli edisi terbaru untuk masuk ke game ini. Situasi itu membuat biaya masuk terasa lebih mahal dari yang diharapkan bagi banyak calon pembeli.

Gameplay masih solid, tapi belum cukup menahan kritik

Di luar persoalan monetisasi, inti permainan Last Round disebut masih mirip dengan Dead or Alive 6 versi awal. Dari sisi performa dan sistem pertarungan, game ini dinilai tetap solid.

Namun, ada fitur penting yang masih absen. Rollback netcode belum tersedia, dan cross-platform play juga belum ada, padahal dua hal itu penting bagi komunitas fighting game yang sangat bergantung pada koneksi dan basis pemain aktif.

Karakter lama kembali, tapi tidak semuanya ikut pulang

Dead or Alive 6: Last Round memuat sejumlah karakter DLC yang sebelumnya sudah pernah dirilis. Nama-nama seperti Nyotengu, Phase 4, Momiji, Rachel, dan Tamaki tercantum dalam rilis ulang ini bersama kostum baru, ratusan item kosmetik, dan season pass untuk konten berbayar.

Meski begitu, tidak semua karakter tamu kembali hadir. Mai Shiranui dan Kula Diamond tidak termasuk dalam rilis ulang ini, sehingga sebagian pemain lama masih akan merasa ada konten yang hilang.

Harga konten tambahan juga berubah. Karakter DLC yang sebelumnya dijual $4 kini dibanderol $8 per karakter, sehingga usaha mengoleksi konten tambahan terasa semakin mahal.

Core Fighters tetap ada, tetapi sangat terbatas

Di tengah kritik itu, Dead or Alive 6: Last Round masih menawarkan Core Fighters sebagai opsi free-to-play. Masalahnya, versi gratis ini hanya memberi akses ke sedikit karakter.

Bagi pemain yang ingin merasakan isi penuh Last Round, kombinasi base game berbayar, karakter terpisah, kosmetik, dan DLC lain bisa berubah menjadi pengeluaran berulang yang besar. Itulah sebabnya banyak ulasan tetap mengapresiasi kualitas pertarungannya, tetapi menilai model bisnisnya justru menenggelamkan rilis ulang ini.

Source: www.notebookcheck.net
Terbaru