Dead As Disco Masuk Early Access, Ritme Duel Boss Menyambut 300 Juta Tontonan

Brain Jar Games resmi memastikan Dead As Disco akan meluncur ke Early Access di Steam dan Epic Games Store pada 5 Mei. Pengumuman itu muncul lewat ajang Triple-i Initiative Showcase dan langsung menarik perhatian karena gim ini datang dengan kombinasi aksi beat ’em up, ritme musik, serta duel bos yang dirancang mengikuti tempo lagu.

Minat terhadap game ini sudah terbentuk lebih dulu lewat demo dan cuplikan permainan yang menyebar luas di internet. Demo Dead As Disco disebut telah dicoba lebih dari 1,2 juta pemain, sementara video yang menampilkan pertarungan yang sinkron dengan musik pilihan pemain sendiri sudah ditonton lebih dari 300 juta kali.

Perpaduan aksi dan ritme yang jadi pembeda

Dead As Disco menempatkan pemain dalam pertarungan yang tidak hanya bergantung pada refleks cepat. Setiap serangan perlu mengikuti irama agar rangkaian pukulan terasa efektif dan selaras dengan musik yang mengiringi aksi.

Pendekatan ini membuat permainan tampak berbeda dari banyak game aksi lain di pasar. Sistem combat-nya menggabungkan sensasi counter-attack yang responsif dengan pola ritmis yang menuntut ketepatan waktu.

Atmosfer visualnya juga ikut memperkuat identitas game. Warna neon yang dominan membuat setiap arena terasa seperti panggung pertunjukan yang liar, tetapi tetap rapi secara visual.

Konten yang dibuka saat Early Access dimulai

Saat Early Access dibuka, pemain akan langsung masuk ke arc pertama dari kampanye naratif Dead As Disco. Ceritanya mengikuti Charlie Disco, mantan ikon yang kembali untuk merebut perhatian dari mantan rekan band-nya yang kini disebut sebagai para Idol.

Empat bos utama sudah dikonfirmasi akan hadir sejak fase awal akses. Masing-masing membawa identitas, gaya bertarung, dan lagu khas yang berbeda.

  1. Hemlock, rocker punk yang berubah menjadi eksekutor korporasi dan memimpin penggemar pembuat kerusuhan.
  2. Arora, idol pop berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk dominasi global dengan memanfaatkan data pribadi pemain.
  3. Dex, dewa gitar dengan dukungan teknologi siber dan obsesi pada kesempurnaan.
  4. Prophet, figur kingmaker rap yang membantu Harmony Corp menenggelamkan karier musisi lain.

Setelah dikalahkan, Charlie bisa mempelajari gerakan para Idol tersebut. Sistem ini memberi lapisan progresi yang membuat pertarungan berikutnya terasa lebih variatif dan strategis.

Mode, musik, dan progresi karakter

Selain kampanye, Early Access juga menghadirkan Infinite Disco mode dengan lebih dari 30 lagu. Daftar lagu itu mencakup komposisi orisinal yang aman untuk streaming, cover, serta lagu berlisensi.

Fitur My Music tetap menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan fitur ini, pemain bisa memasukkan lagu dari perpustakaan musik pribadi, lalu game akan menyinkronkan pertarungan ke lagu tersebut dan membangun tantangan khusus di atasnya.

Konten lain yang ikut tersedia saat peluncuran Early Access meliputi hub The Encore, skill tree berisi lebih dari 30 kemampuan, kustomisasi karakter melalui skin dan aksesori, serta leaderboards teman dan global untuk puluhan lagu. The Encore juga berfungsi sebagai pusat narasi untuk membuka informasi tentang Charlie Disco dan hubungan dengan mantan band-nya.

Mengapa perhatian terhadap Dead As Disco terus naik

Tingkat antusiasme yang besar tidak datang secara tiba-tiba. Saat tampil di Gamescom, game ini sudah dipandang sebagai salah satu perpaduan genre yang paling menonjol karena berhasil menjaga identitas aksi dan ritme secara seimbang.

Pembaruan demo pada Oktober lalu juga ikut memperluas minat komunitas. Update itu menambah arena Halloween, editor musik yang lebih canggih untuk lagu kustom, serta penyesuaian pada sistem combat agar pengalaman bermain terasa lebih matang menjelang peluncuran Early Access.

Demo gratis Dead As Disco masih tersedia di Steam dan memuat 13 lagu yang bisa dimainkan. Demo itu juga sudah mendukung My Music secara penuh, sehingga pemain masih bisa mencoba langsung bagaimana game ini membaca dan merespons lagu pilihan mereka sebelum versi Early Access hadir di platform distribusi utama.

Baca Juga

Back to top button