David Raya Makin Dekat Ke Rekor Cech Dan Hart, Peta Golden Gloves Liga Inggris Bergeser

Golden Gloves kembali menyorot peta persaingan kiper terbaik di Liga Inggris, terutama karena nama David Raya kini makin dekat dengan dua rekor besar milik Petr Cech dan Joe Hart. Di saat yang sama, daftar peraih trofi ini menunjukkan betapa konsistennya para penjaga gawang elite dalam menjaga clean sheet sepanjang satu musim.

Pada musim 2025/2026, Raya dari Arsenal memastikan Golden Gloves ketiganya secara beruntun setelah mencatat 18 clean sheet dari 36 pertandingan. Koleksi itu sudah tidak bisa dikejar Gianluigi Donnarumma dari Manchester City yang baru membukukan 14 clean sheet dengan tiga laga tersisa.

Raya semakin dekat ke puncak sejarah

Pencapaian Raya terasa semakin penting karena ia terus menjaga standar tinggi bersama Arsenal. Momen kuncinya ikut hadir saat Arsenal menang 1-0 atas West Ham United, ketika beberapa penyelamatan krusial turut mengamankan penghargaan individu tersebut.

Raya juga menunjukkan perkembangan yang stabil dari musim sebelumnya. Pada 2024/2025, ia berbagi Golden Gloves dengan Matz Sels dari Nottingham Forest setelah keduanya sama-sama mengoleksi 13 clean sheet.

Bayang-bayang Cech dan Hart

Dalam sejarah Liga Inggris, hanya ada dua kiper yang menjadi pemilik Golden Gloves terbanyak, yaitu Petr Cech dan Joe Hart, masing-masing empat kali. Rekor itu membuat keduanya tetap menjadi tolok ukur utama bagi para kiper yang ingin masuk jajaran elite.

Cech juga masih memegang catatan clean sheet terbanyak dalam satu musim Liga Inggris. Ia mencetak 24 clean sheet bersama Chelsea pada musim debut penghargaan tersebut, dan angka itu belum terpecahkan sampai sekarang.

Daftar panjang nama besar

Sejak diperkenalkan pada musim 2004/2005, Golden Gloves hampir selalu jatuh ke tangan kiper yang punya pengaruh besar terhadap stabilitas tim. Pepe Reina menjadi nama pertama yang mampu mempertahankan gelar ini secara beruntun setelah memenangkannya tiga musim berturut-turut bersama Liverpool.

Edwin van der Sar juga meninggalkan jejak kuat bersama Manchester United lewat 21 clean sheet dan rekor 1.311 menit tanpa kebobolan. Di era yang lebih modern, Alisson dan Ederson ikut menambah ketat persaingan melalui kontribusi konsisten untuk Liverpool dan Manchester City.

Pola perubahan penilaian

Sebelum musim 2013/2014, penentuan pemenang mengacu pada rasio clean sheet dibanding jumlah pertandingan yang dimainkan. Jika ada dua kiper dengan jumlah clean sheet yang sama, trofi dibagi bersama seperti yang terjadi pada beberapa musim, termasuk saat Petr Cech dan Wojciech Szczesny berbagi penghargaan pada 2013/2014.

Perubahan itu ikut menjelaskan mengapa daftar peraih Golden Gloves kerap melahirkan catatan bersama. Situasi seperti ini juga terjadi pada 2021/2022 ketika Alisson dan Ederson sama-sama menutup musim dengan 20 clean sheet.

Jejak para pemenang dari musim ke musim

Riwayat penghargaan ini memperlihatkan dominasi kiper-kiper papan atas sejak awal. Cech membuka daftar pada 2004/2005, disusul Reina yang memegang trofi dalam tiga musim beruntun, lalu Van der Sar, Hart, Courtois, De Gea, Alisson, hingga Ederson.

Arsenal juga punya tempat penting dalam daftar tersebut melalui Cech, Szczesny, dan Raya. Nama-nama itu menegaskan bahwa clean sheet bukan sekadar statistik individu, tetapi juga cerminan organisasi pertahanan tim sepanjang musim.

Rekor masih terbuka

Dengan tiga Golden Gloves beruntun, Raya kini hanya berjarak satu trofi dari rekor Cech dan Hart. Situasi ini membuat persaingan menuju status kiper paling dominan di Liga Inggris masih terbuka, apalagi performa Raya bersama Arsenal masih berpotensi menambah jumlah clean sheetnya.

Daftar panjang para pemenang juga menunjukkan bahwa standar untuk mencapai puncak sangat tinggi. Dari 24 clean sheet Cech hingga tren terbaru Raya, Golden Gloves tetap menjadi penghargaan yang selalu menguji konsistensi, stabilitas, dan kemampuan menjaga gawang tetap bersih di liga yang paling kompetitif.

Source: www.beritasatu.com

Terkait