Perjalanan Keysha Putri Dwi Arianti di sepak bola berawal dari jalan yang tidak biasa. Remaja kelahiran Sidoarjo itu kini dikenal sebagai kiper Arema FC Women, padahal awalnya ia justru bermain voli.
Keputusan yang mengubah arah kariernya datang saat Porprov Sidoarjo 2023. Dari sana, postur tinggi Keysha membuatnya dipanggil ikut seleksi kiper tim sepak bola putri, posisi yang saat itu juga masih jarang diisi.
Berawal dari lapangan voli
Keysha lahir pada 31 Oktober 2009 dan mulai menapaki dunia olahraga dari cabang yang berbeda jauh dengan sepak bola. Saat kesempatan menjadi penjaga gawang datang, ia tidak langsung membayangkan akan bertahan lama di bawah mistar.
Ia mengatakan peluang itu muncul karena dinilai cocok secara fisik untuk posisi kiper. Dalam pernyataannya kepada Kompas.com di Supersoccer Arena, Kudus, ia menyebut, “Sebelumnya saya bermain voli, tidak langsung ke sepak bola. Saat Porprov di Sidoarjo pada 2023 saya diminta ikut seleksi kiper bola putri karena melihat postur saya tinggi dan kiper putri masih jarang.”
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Asal olahraga awal | Voli |
| Kesempatan jadi kiper | Seleksi Porprov Sidoarjo 2023 |
| Alasan dipilih | Postur tinggi dan kiper putri masih jarang |
| Tantangan utama | Membagi waktu sekolah dan latihan |
Adaptasi yang tidak mudah
Peralihan dari voli ke sepak bola membuat Keysha harus menyesuaikan banyak hal, terutama saat ia masih duduk di bangku SMP. Bagian tersulit baginya adalah membagi waktu antara belajar dan latihan.
Ia menggambarkan proses itu sebagai sesuatu yang “susah-susah gampang”. Meski begitu, dukungan keluarga membuat langkah barunya terus berjalan, terutama karena orang tua dan kakeknya sama-sama menyukai olahraga.
Keysha juga mengaku ibunya hampir selalu ikut mendampingi saat ia bertanding. Kehadiran keluarga itu menjadi penopang penting di fase awal kariernya sebagai penjaga gawang.
Makin nyaman di bawah mistar Arema FC Women
Setelah tiga tahun menjalani peran barunya, Keysha mulai merasa lebih leluasa tampil sebagai kiper. Ia menikmati latihan dan pertandingan, termasuk saat harus berpanas-panasan di lapangan.
“Memang suka sih, suka panas-panasan,” ujarnya. Kalimat itu menggambarkan bagaimana posisi yang datang tanpa rencana kini justru terasa cocok untuk dirinya.
Di ajang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 kategori U18, Keysha tampil konsisten bersama Arema FC Women. Penampilannya membuat namanya ikut diperhitungkan di turnamen tersebut.
Bidik tim nasional putri
Target Keysha tidak berhenti di level klub. Ia berharap penampilannya bisa membuka jalan menuju Timnas Putri Indonesia dan menarik perhatian tim-tim profesional.
“Harapannya bisa menembus timnas dan semoga dilirik tim-tim besar yang profesional,” katanya. Di usianya yang baru 16 tahun, perjalanan Keysha masih panjang, tetapi cerita dari voli ke bawah mistar menunjukkan arah karier yang menjanjikan.
Source: bola.kompas.com






