Kronologi dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, kini menjadi sorotan setelah Hera membeberkan rangkaian kejadian yang ia alami. Dalam keterangannya, dugaan kekerasan itu disebut bermula dari teguran soal kondisi kamar anak di lantai dua rumah.
Hera mengatakan saat itu ia sedang membersihkan area lantai dua ketika Erin naik ke atas dan melihat kamar anaknya, Mas Dio. Erin disebut tidak senang karena gorden belum dibuka dan pintu kamar mandi belum ditutup.
Cekcok bermula dari teguran di lantai dua
Menurut Hera, Erin datang saat ia tengah membersihkan sofa dan langsung menegur. Teguran itu berubah menjadi amarah setelah Erin melihat beberapa hal yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan di rumah tersebut.
“Dia melihat gorden enggak dibuka, kemudian kamar mandinya Mas Dio enggak ditutup. Nah, di situlah dia marah,” kata Hera dalam keterangan yang dikutip dari kanal Cumicumi, Senin (4/5/2026).
Hera menuturkan Erin kemudian memanggilnya dan mempertanyakan alasan gorden tidak dibuka serta kamar mandi tidak ditutup. Ia mengaku sudah meminta maaf dan menyampaikan akan segera menutup kamar mandi.
Dugaan pukulan dengan gagang sapu lidi
Setelah respons itu, Hera menyebut Erin mengambil sapu lidi yang sedang dipakainya untuk membersihkan sofa. Gagang sapu lidi tersebut kemudian diduga dipakai untuk memukul bagian kepala Hera satu kali.
“Lalu, dia mengambil sapu lidi yang saya gunakan untuk membersihkan sofa. Lalu dipukul kepala saya pakai gagang sapu itu. Waktu mukul itu satu kali,” ujarnya.
Hera juga mengaku setelah pemukulan itu Erin melontarkan kata-kata kasar. Ia menyebut dimaki dengan ucapan seperti “kerja asal-asalan”, “tolol”, dan “bego” saat kejadian berlangsung.
Protes Hera disebut memicu kekerasan lanjutan
Hera mengatakan dirinya sempat meminta Erin untuk tidak menggunakan kekerasan karena merasa sakit. Namun, menurut keterangan Hera, protes itu justru diikuti tindakan lanjutan.
“Setelah menghajar saya, dia maki-maki saya ‘kamu ini kerja asal-asalan, kamu ini tolol, kamu ini bego. Kamu enggak bisa kerja ya’. Mendengar hinaan dari ibu Erin, saya bilang ‘maaf ya ibu jangan main tangan dong, jangan main kekerasan. Sakit ini rasanya’,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah ucapan itu dirinya disebut kembali dipukul memakai gagang sapu lidi dan disabet dengan sapu lidi yang sama. Keterangan itu menjadi bagian penting dari kronologi yang ia sampaikan ke publik.
Luka di kepala dan visum di rumah sakit
Akibat dugaan kekerasan tersebut, Hera mengaku sakit di bagian belakang kepala. Ia kemudian memilih memeriksakan diri ke rumah sakit untuk melakukan visum sebagai langkah medis sekaligus pendukung proses hukum.
“Saya dipukul di bagian kepala belakang, karena saya merasa kesakitan makanya saya melakukan visum di rumah sakit. Namun, pihak rumah sakit belum memberikan ke penyidik. Nanti, kuasa hukum saya yang menanganinya,” kata Hera.
Hera juga menyebut kekerasan fisik seperti itu baru pertama kali dialaminya. Meski begitu, ia menuturkan Erin sebelumnya kerap memarahi para pekerja rumah tangga jika ada kesalahan dalam pekerjaan.
“Kalau kekerasan ini baru pertama kali, biasanya kalau kami ada salah ibu Erin selalu memaki-maki,” ujarnya. Pernyataan itu membuat hubungan kerja di rumah tersebut ikut menjadi perhatian dalam kasus yang kini ramai dibicarakan.
Source: www.beritasatu.com