Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai mengambil alih sebagian saham Gojek sebagai bagian dari upaya menurunkan potongan komisi ojek online. Langkah ini diarahkan untuk menekan biaya aplikasi yang selama ini dibebankan kepada pengemudi dan menjaga pendapatan mitra tetap terlindungi.
Keterlibatan negara lewat Danantara juga disebut menjadi titik penting dalam perubahan skema itu. Ketua Komisi XI DPR sekaligus Ketua Umum SOKSI, Mukhamad Misbakhun, menilai kehadiran Danantara memberi jaminan perlindungan pendapatan bagi pekerja transportasi daring.
Porsi Pengemudi Didorong Naik
Misbakhun menyebut aksi korporasi itu ditujukan agar pengemudi mendapat porsi bagi hasil yang lebih besar. Ia menekankan bahwa jasa para mitra di lapangan layak dihargai lebih tinggi.
Menurut Misbakhun, porsi yang sebelumnya sekitar 80 persen akan naik menjadi 92 persen. Perubahan itu dipandang sebagai bentuk apresiasi konkret terhadap kerja para pengemudi ojek online.
Ia juga menilai Danantara memiliki ruang untuk berinvestasi di sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas. Dalam pandangannya, sektor seperti ini memberi nilai keekonomian bukan hanya bagi Danantara, tetapi juga bagi publik.
Komisi Aplikasi Ditarget Turun
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengatakan Danantara sudah mulai membeli sebagian saham aplikator untuk menyesuaikan sistem secara bertahap. Kebijakan itu dikaitkan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas pungutan aplikasi.
Dasco menjelaskan bahwa pungutan yang semula berada di kisaran 10 persen hingga 20 persen akan diturunkan menjadi 8 persen. Penyesuaian skema komisi itu juga disebut akan berjalan berkelanjutan demi menjaga stabilitas pendapatan pengemudi.
Ia menyampaikan penegasan itu saat menerima audiensi dari aliansi serikat buruh di Kompleks Parlemen pada Jumat (1/5). Dalam pertemuan itu, fokus utama tetap pada penurunan biaya yang diambil aplikator dari pendapatan para mitra.
Dampak ke Ekosistem Ojol
Perubahan kepemilikan saham ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menata ulang hubungan ekonomi antara aplikator dan pengemudi. Dengan keterlibatan Danantara, kebijakan komisi diharapkan tidak hanya menekan biaya, tetapi juga memberi kepastian pendapatan yang lebih baik bagi ojol.
Penyesuaian ini juga mencerminkan peran negara dalam sektor transportasi daring yang terus berkembang. Pemerintah ingin memastikan manfaat ekonomi dari industri tersebut tidak hanya mengalir ke perusahaan, tetapi juga ke para pengemudi yang berada di garis depan layanan.







