Daging Kurban Cuma Tahan 3–5 Hari Di Kulkas, Salah Simpan Bisa Cepat Busuk

Daging kurban yang terlihat segar saat baru diterima tidak otomatis aman disimpan sembarangan. Salah penanganan justru dapat mempercepat pembusukan, memunculkan bau tidak sedap, dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri berbahaya.

Karena itu, cara menyimpan daging kurban menjadi penentu utama apakah daging tetap layak konsumsi beberapa hari kemudian. Bagi masyarakat yang menerima daging dalam jumlah banyak, memahami batas aman penyimpanan di kulkas dan freezer sangat penting.

Dosen Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Khaeriyah Nur, mengingatkan bahwa daging yang baru dipotong tidak boleh terlalu lama berada di suhu ruang. Penanganan yang tepat sejak awal sangat berpengaruh terhadap kesegaran dan kualitas daging.

Batas aman di kulkas dan freezer

Jika disimpan di chiller kulkas dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius, daging segar umumnya tahan sekitar 3 sampai 5 hari. Dalam rentang itu, kualitas daging masih cukup baik selama penyimpanannya benar.

Untuk penyimpanan lebih lama, daging perlu masuk ke freezer. Pada suhu ideal sekitar -18 derajat Celsius, daging dapat bertahan berbulan-bulan hingga tahunan tanpa kehilangan kualitas secara signifikan.

Meski begitu, daging beku tetap bisa mengalami penurunan rasa dan tekstur bila disimpan terlalu lama. Karena itu, daging tetap dianjurkan diolah dalam waktu yang wajar agar mutu saat dimasak tetap baik.

Jangan terlalu lama di suhu ruang

Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah membiarkan daging berada di luar kulkas terlalu lama. Suhu hangat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada permukaan daging dan membuat kualitasnya cepat turun.

Daging kurban sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari 8 jam. Setelah diterima, daging perlu segera diolah atau disimpan agar keamanan pangan tetap terjaga.

Jika terlalu lama berada di luar pendingin, risiko bau tidak sedap dan pembusukan akan meningkat. Penyimpanan cepat menjadi salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan kesegaran daging.

Pendinginan bertahap lebih aman

Daging yang masih hangat tidak disarankan langsung masuk freezer. Khaeriyah menjelaskan, daging sebaiknya diangin-anginkan lebih dulu agar suhu panasnya turun secara perlahan.

Setelah suhu daging turun, daging dapat dipotong sesuai kebutuhan memasak harian. Cara ini memudahkan penggunaan kembali tanpa harus mencairkan seluruh stok sekaligus.

Pendinginan bertahap juga membantu menjaga tekstur daging. Perubahan suhu yang terlalu drastis dapat memengaruhi serat dan rasa daging.

Sebelum dibekukan penuh, daging dianjurkan disimpan terlebih dahulu di kulkas biasa. Proses ini membantu penurunan suhu berlangsung lebih stabil dan merata.

Daging yang langsung masuk freezer saat masih hangat berpotensi membentuk lebih banyak kristal es. Kondisi itu bisa membuat tekstur daging menjadi lebih kasar setelah dicairkan.

Menyimpan daging di kulkas selama beberapa menit hingga benar-benar dingin dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Proses sederhana ini juga dinilai membantu menjaga rasa alami daging.

Kemasan tertutup rapat tidak kalah penting

Selain suhu, jenis kemasan juga berpengaruh pada daya tahan daging kurban. Daging sebaiknya disimpan dalam plastik ziplock atau wadah tertutup rapat agar lebih higienis.

Kemasan kedap udara membantu mencegah kontaminasi bakteri dari makanan lain di dalam kulkas. Aroma daging juga tidak menyebar ke seluruh bagian kulkas.

Saat disimpan di freezer, wadah atau plastik kedap udara semakin penting digunakan. Cara ini membantu mencegah freezer burn yang dapat merusak warna, tekstur, dan cita rasa daging.

Freezer juga perlu dijaga tetap stabil suhunya. Karena itu, pintu freezer sebaiknya tidak terlalu sering dibuka dan ditutup agar proses pembekuan tetap optimal.

Sesuaikan cara simpan dengan kebutuhan

Bila daging akan segera dimasak dalam beberapa hari, penyimpanan di chiller sudah cukup selama suhu berada di kisaran 0 sampai 4 derajat Celsius. Namun jika stok daging cukup banyak, freezer menjadi pilihan lebih aman untuk penyimpanan jangka panjang.

Masyarakat juga dianjurkan membagi daging dalam porsi kecil sebelum disimpan. Dengan begitu, daging lebih mudah diambil sesuai kebutuhan dan kualitas sisanya tetap terjaga.

Penanganan yang benar sejak awal membantu daging kurban tetap segar, higienis, dan aman dikonsumsi. Kuncinya adalah tidak membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang, mendinginkannya secara bertahap, lalu menyimpannya dalam wadah tertutup rapat pada suhu yang sesuai.

Source: www.suara.com

Terkait