Harga mobil listrik murah di Indonesia terus bergerak naik, dan dampaknya langsung terasa pada pilihan di bawah Rp200 juta. Per April 2026, hanya tersisa tiga model yang masih berada di kisaran harga tersebut untuk konsumen yang mencari kendaraan harian praktis di perkotaan.
Data yang dikutip dari Medcom menunjukkan sejumlah model yang sebelumnya masuk kategori terjangkau kini sudah melampaui batas itu. Changan Lumin disebut berada di harga Rp205 juta, sedangkan VinFast VF3 sudah menyentuh Rp230 jutaan, sehingga ruang pilihan di segmen paling ekonomis makin sempit.
Tiga model yang masih bertahan
Di tengah penyusutan daftar, Seres E1 menjadi salah satu opsi termurah dengan harga mulai Rp189 juta. Mobil listrik bergaya city car ini punya format empat penumpang dan dimensi yang ringkas, yakni panjang 3.030 mm, lebar 1.495 mm, dan tinggi 1.640 mm.
Seres E1 juga menawarkan dua pilihan baterai LFP. Varian 13,8 kWh diklaim mampu menempuh 180 km, sedangkan versi 16,8 kWh disebut punya jarak tempuh 220 km dalam sekali pengisian.
Fitur dasarnya cukup relevan untuk pemakaian harian. Model ini memakai penggerak roda belakang dan sudah dibekali ABS, EBD, Electronic Stability Control, serta TPMS.
BYD Atto 1 menawarkan jarak tempuh paling jauh
Nama berikutnya adalah BYD Atto 1, yang juga dikenal sebagai Seagull model 2026, dengan kisaran harga Rp199 juta hingga Rp235 juta di pasar Indonesia. Pada titik harga awal itu, model ini masih masuk radar pembeli yang mengejar mobil listrik murah dengan daya jelajah lebih panjang.
BYD Atto 1 menggunakan motor listrik 60 kW atau setara 80 tk. Dukungan baterai Blade hingga 38,88 kWh membuat hatchback ini diklaim dapat menempuh sampai 505 km berdasarkan standar CLTC.
Klaim jarak tersebut membuat BYD Atto 1 menempati posisi penting di antara mobil listrik murah. Untuk pengguna yang butuh mobil harian sekaligus fleksibilitas perjalanan lebih jauh, angka itu menjadi salah satu nilai jual utamanya.
Honri Boma hadir dengan format minivan kompak
Pilihan ketiga adalah Honri Boma, yang dipasarkan Rp199 juta on the road Jakarta per April 2026. Mobil ini memakai desain kotak menyerupai minivan, tetapi tetap dibuat ringkas agar cocok untuk mobilitas sehari-hari di kota.
Honri Boma dibekali baterai 18,5 kWh dan diklaim mampu berjalan hingga 200 km dalam sekali isi daya. Tenaga yang dihasilkan mencapai 30 kW dengan torsi 84 Nm, sementara kecepatan maksimumnya disebut mencapai 100 km/jam.
Karakter tersebut membuat Honri Boma lebih dekat dengan kendaraan komuter yang menekankan efisiensi dan kemudahan manuver. Bentuk bodinya yang mengotak juga memberi kesan fungsional bagi pengguna yang ingin kabin praktis dalam ukuran kecil.
Daftar mobil listrik di bawah Rp200 juta per April 2026
- Seres E1 — mulai Rp189 juta
- BYD Atto 1 — Rp199 juta hingga Rp235 juta
- Honri Boma — Rp199 juta on the road Jakarta
Ketiga model itu menunjukkan bahwa pasar mobil listrik murah masih berjalan, meski pilihannya sudah jauh lebih terbatas. Bagi pembeli yang menempatkan harga, ukuran ringkas, dan kebutuhan mobilitas dalam kota sebagai prioritas utama, tiga nama tersebut masih menjadi referensi paling relevan di bawah Rp200 juta.
