CryptoQuant baru saja meminta Strategy menghentikan pembelian Bitcoin dan membangun kembali cadangan kas. Masalahnya, peringatan itu datang setelah perusahaan milik Michael Saylor lebih dulu mengubah arah selama dua pekan.
Perubahan itu membuat nada peringatan CryptoQuant terasa kurang tajam. Di saat banyak pihak masih melihat Strategy sebagai pembeli BTC yang agresif, perusahaan justru mulai menahan laju dan mengalihkan modal baru ke kas.
Beban dividen dan cadangan kas jadi titik rawan
Dalam laporan 23 Juni, CryptoQuant menyebut kewajiban dividen tahunan Strategy hampir berlipat empat menjadi $1,2 miliar pada 2026. Pada saat yang sama, cadangan dolar AS yang menjadi penyangga pembayaran itu turun 38%.
Laporan itu juga menyoroti STRC, saham preferen dengan imbal hasil variabel yang dipasarkan Strategy sebagai instrumen stabil mendekati $100. Pekan lalu, harga STRC turun ke $82,50 dan mencetak rekor terendah, sekitar 17,5% di bawah nilai par.
| Fokus | Data yang disebut CryptoQuant |
|---|---|
| Kewajiban dividen 2026 | Hampir $1,2 miliar |
| Penurunan cadangan dolar AS | 38% |
| Harga STRC | $82,50 |
| Jarak dari nilai par | Sekitar 17,5% |
Selisih harga itu memangkas cakupan dividen dari lebih dari tujuh tahun menjadi sekitar 14 bulan menurut hitungan CryptoQuant. Cadangan kas juga disebut berada di dekat $2 miliar sebelum Mei, ketika Strategy menghabiskan sekitar $1,5 miliar untuk membeli kembali obligasi konversi jatuh tempo 2029.
Seruan untuk berhenti membeli Bitcoin
CryptoQuant menilai menjual Bitcoin demi mengisi ulang cadangan justru akan menjadi langkah yang merugikan. Perusahaan itu mencatat Strategy masih menanggung kerugian belum terealisasi sebesar $10,6 miliar karena Bitcoin diperdagangkan jauh di bawah biaya rata-rata pembelian sekitar $75.000.
“The company’s strategic priority should be to pause Bitcoin purchases and rebuild its cash reserve,” kata analis CryptoQuant, Julio Moreno. Pesan itu menegaskan bahwa prioritas seharusnya bergeser ke penguatan kas, bukan menambah eksposur BTC.
Strategy sudah bergerak lebih dulu
Data pembelian mingguan Strategy menunjukkan pergeseran itu sudah dimulai sebelum peringatan muncul. Pada pekan 22 Juni, perusahaan hanya membeli 520 Bitcoin senilai sekitar $35 juta.
Di minggu yang sama, Strategy menggalang $335,5 juta lewat penjualan saham biasa. Sebanyak $300 juta di antaranya dialirkan ke cadangan, sehingga totalnya naik menjadi $1,4 miliar.
Sepekan sebelumnya, Strategy masih membeli 1.587 BTC. Namun sebagian besar hasil pendanaan tetap diarahkan ke kas, dan selama dua pekan itu perusahaan menjual lebih banyak saham daripada belanja untuk Bitcoin.
Dilema yang belum selesai
Strategy menyebut penumpukan kas itu sebagai upaya melindungi kualitas kredit saham preferennya. Langkah tersebut juga menandai perubahan dari janji lama untuk terus membeli dan tidak menjual Bitcoin.
Harga spot Bitcoin saat ini bergerak di sekitar $62.534 dan turun sekitar 2,5% pada hari itu, sehingga posisi treasury tetap berada di bawah air. CryptoQuant memperkirakan cadangan perlu naik ke sekitar $2,8 miliar, atau setara 24 bulan perlindungan, sebelum STRC bisa pulih.
Dengan cadangan baru $1,4 miliar, Strategy baru mencapai separuh dari target tersebut. Perusahaan ini tidak wajib menjual Bitcoin untuk mempertahankan STRC, karena masih bisa menaikkan dividen 11,5% atau menerbitkan lebih banyak saham MSTR, dua langkah yang sebelumnya juga sudah ditempuh.
