Cremonese Gagal Manfaatkan Laga Kandang, Torino Pulang Bawa Satu Poin dari Giovanni Zini

Cremonese gagal memanfaatkan laga kandang saat hanya bermain imbang tanpa gol melawan Torino di Stadion Giovanni Zini pada pekan ke-33 Serie A. Hasil ini terasa berat bagi tuan rumah karena mereka membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi dalam persaingan keluar dari zona degradasi.

Laga berlangsung ketat, tetapi Cremonese kembali kesulitan menuntaskan peluang menjadi gol. Torino pulang dengan satu poin setelah menjaga disiplin permainan dan membuat tuan rumah tidak pernah benar-benar leluasa di depan gawang.

Cremonese Masih Bermasalah di Lini Depan

Kebutuhan Cremonese untuk menang sebenarnya sangat jelas sejak awal pertandingan. Namun, tim ini kembali menunjukkan kelemahan yang sudah terlihat dalam beberapa laga terakhir, terutama soal produktivitas dan efektivitas serangan.

Data dari gazzetta.it menunjukkan Cremonese hanya meraih satu kemenangan dalam 18 pertandingan terakhir. Dalam rentang itu, grigiorossi cuma mengumpulkan tujuh poin dan mencetak delapan gol, catatan yang memperlihatkan betapa beratnya mereka mengubah peluang kecil menjadi hasil maksimal.

Situasi tersebut membuat tekanan di Stadion Giovanni Zini semakin besar. Laga kandang seharusnya menjadi kesempatan paling realistis untuk memutus tren buruk, tetapi Cremonese justru kembali kehilangan ketajaman saat momen penting datang.

Torino Tampil Lebih Rapi dan Berani Menekan

Torino datang dengan modal yang lebih stabil dibandingkan tuan rumah. Tim ini disebut memiliki rata-rata dua poin per pertandingan dari enam laga terakhir, dan tren itu terlihat dari cara mereka menekan sejak menit awal.

Nikola Vlasic dan Marcus Holmgren Pedersen beberapa kali mencoba membuka ruang dari sisi sayap. Salah satu ancaman datang dari umpan silang Vlasic ke kotak penalti, tetapi Sebastiano Luperto bergerak cepat untuk menyapu bola dengan sundulan tepat waktu.

Torino juga mengandalkan akselerasi Gvidas Gineitis saat menusuk lini belakang Cremonese. Ketika Warren Bondo harus melakukan pelanggaran untuk menghentikannya, tendangan bebas yang dieksekusi Gineitis tetap belum membuahkan hasil karena bola membentur pagar betis.

Peluang Ada, Gol Tidak Datang

Cremonese sempat mendapat celah ketika kiper Torino, Alberto Paleari, melakukan tendangan gawang yang tidak sempurna. Meski demikian, momen itu tidak berubah menjadi ancaman serius karena tuan rumah gagal memanfaatkan situasi yang seharusnya bisa membuka peluang emas.

Peluang terbaik Cremonese lahir dari kerja sama Alberto Grassi dan Jorne Vandeputte. Umpan Grassi diteruskan kepada Vandeputte, tetapi tembakannya masih bisa diamankan Paleari tanpa kesulitan berarti.

Di sepanjang pertandingan, kedua tim sama-sama menunjukkan kehati-hatian tinggi saat memasuki area berbahaya. Torino lebih sering memberi tekanan, tetapi Cremonese tetap mampu menjaga skor tetap nol, walau tidak cukup tajam untuk membalikkan keadaan.

Susunan Pemain dan Skema

Cremonese menurunkan Emil Audero sebagai penjaga gawang dengan formasi 4-4-2. Duet depan diisi Federico Bonazzoli dan Antonio Sanabria, sementara Torino memilih skema 3-4-1-2 dengan Giovanni Simeone dan Che Adams sebagai penyerang utama.

Berikut susunan pemain utama dalam laga tersebut:

TimFormasiSusunan Pemain
Cremonese4-4-2Audero; Terracciano, Baschirotto, Luperto, Pezzella; Floriani Mussolini, Bondo, Grassi, Vandeputte; Bonazzoli, Sanabria
Torino3-4-1-2Paleari; Coco, Maripan, Ebosse; Pedersen, Casadei, Gineitis, Obrador; Vlasic; Simeone, Adams

Hasil imbang ini juga membuat Torino gagal mencatat tiga kemenangan beruntun, sesuatu yang terakhir mereka raih pada musim 2018/2019 saat masih ditangani Walter Mazzarri. Duel di Giovanni Zini akhirnya berakhir tanpa gol, menegaskan bahwa Cremonese masih harus mencari solusi agar laga kandang tidak lagi berakhir dengan rasa kehilangan poin penting.

Terkait