Copilot Pernah Disiapkan Jadi Wajah Windows, Menu Start dan Taskbar Bisa Hilang

Microsoft ternyata pernah menguji arah yang sangat berbeda untuk masa depan Windows. Dalam prototipe internal bernama Project Aion, Copilot tidak lagi sekadar asisten di atas sistem operasi, melainkan calon antarmuka utama yang menggantikan cara pakai Windows seperti yang dikenal selama ini.

Eksperimen itu menunjukkan perubahan yang jauh lebih radikal daripada sekadar menambah fitur AI. Menu Start, Taskbar, dan pola desktop tradisional disebut bisa disingkirkan demi pengalaman yang berpusat pada Copilot.

Copilot jadi pintu utama interaksi

Bocoran yang beredar melalui video di server Discord BetaWiki memperlihatkan konsep sistem operasi agen AI atau agentic OS. Video itu menampilkan pendekatan berbasis web yang menempatkan Copilot langsung di core shell sistem.

Dengan desain seperti itu, AI bukan lagi elemen tambahan. Copilot justru menjadi bagian inti dari cara pengguna menjalankan perangkat dan memberi perintah.

Project Aion disebut berjalan di atas codebase Windows baru yang dijuluki Win3. Platform itu dirancang sebagai sistem operasi ringan yang sepenuhnya mengandalkan web.

Edge dan layout engine Chromium dipakai sebagai cangkang utama untuk menjalankan pengalaman Copilot. Pendekatan ini menandai pergeseran besar dari Windows konvensional yang selama ini bertumpu pada desktop dan aplikasi lokal.

ElemenDi Project AionDampak
Antarmuka utamaCopilotAI menjadi pusat pengalaman
Menu Start dan TaskbarDipangkasModel desktop tradisional ikut hilang
Basis sistemWin3 berbasis webPengalaman dibuat ringan dan web-first
Dukungan aplikasi lawasWin32 tidak bawaanAplikasi desktop lama tidak lagi jadi pusat

Salah satu fitur yang menonjol adalah kotak input multimodal. Pengguna bisa langsung mengetik instruksi teks untuk meminta Copilot menjalankan berbagai tugas komputasi.

Model ini menggeser interaksi dari klik ikon dan menelusuri menu ke bahasa alami. Jika diterapkan luas, AI akan menjadi pintu masuk utama untuk membuka aplikasi, mengelola pekerjaan, dan mengeksekusi perintah.

Spaces mengganti cara kerja yang lama

Perubahan lain terlihat lewat konsep Spaces yang disebut menggantikan fungsi Taskbar dan menu Start. Ruang kerja ini dirancang untuk mengelompokkan aplikasi dan situs web secara cerdas.

AI akan menata kelompok kerja tersebut agar bisa dipanggil atau ditutup kembali dengan mudah. Hasilnya, pengalaman komputasi menjadi lebih kontekstual, bukan lagi sekadar deretan jendela dan ikon statis.

Karena dibangun sepenuhnya berbasis web, prototipe ini juga disebut tidak membawa dukungan bawaan untuk aplikasi lama Win32. Itu menjadi petunjuk kuat bahwa Aion tidak dimaksudkan sebagai kelanjutan biasa dari Windows saat ini.

Jika pengguna perlu membuka program desktop seperti Microsoft Word versi desktop, sistem itu disebut akan memanggil sesi Windows Cloud PC. Artinya, aplikasi berjalan secara virtual dari jarak jauh, bukan secara native di perangkat.

Pola tersebut menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada komputasi awan. Di saat yang sama, peran PC bergeser menjadi terminal cerdas yang dimediasi AI.

Agen AI yang bisa mengeksekusi alur kerja

Aion juga disebut mendukung integrasi plugin lintas aplikasi. Dalam contoh yang terlihat, pengguna bisa meminta Copilot merangkum draf lalu mengirim email Outlook ke rekan kerja langsung dari kotak obrolan AI.

Fitur seperti itu memperlihatkan ambisi Microsoft untuk menjadikan AI sebagai penghubung antar layanan. Copilot dalam konsep ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga bertindak sebagai agen yang menjalankan alur kerja.

Sejumlah sumber membenarkan bahwa klip video yang beredar itu asli. Namun, usia materinya diperkirakan sudah sekitar dua tahun, sehingga status aktual proyek tersebut masih belum jelas.

Belum diketahui apakah Project Aion pernah disiapkan menjadi produk nyata atau hanya eksperimen internal. Ada kemungkinan proyek itu sudah dihentikan, terutama karena tidak ada pengumuman resmi tentang sistem operasi baru tersebut.

Meski begitu, kemunculan Aion tetap penting sebagai sinyal arah riset Microsoft. Prototipe ini menunjukkan seberapa jauh perusahaan itu pernah bersedia mengutak-atik identitas Windows demi menempatkan AI di pusat pengalaman komputasi.

Selama ini, Windows dan Copilot diposisikan sebagai dua entitas terpisah. Bocoran Project Aion memperlihatkan bahwa Microsoft setidaknya pernah menguji gagasan yang jauh lebih ekstrem, yaitu saat Copilot bukan lagi tamu di Windows, melainkan fondasi dari sistem itu sendiri.

Source: inet.detik.com
Terkait