Commodore Balik dengan Ponsel Lipat Anti-Distraksi, Nostalgia C64 Ikut Dibawa

Commodore kembali ke pasar dengan langkah yang tak biasa. Alih-alih membuat smartphone penuh distraksi, merek legendaris itu justru merilis ponsel lipat Callback 8020 yang dirancang untuk menahan kebiasaan membuka aplikasi tanpa henti.

Perangkat ini mengusung pendekatan anti-distraksi dengan membatasi browser dan media sosial, tetapi tetap mempertahankan fungsi yang masih dianggap penting. Navigasi, komunikasi, dan hiburan dasar tetap tersedia, sehingga ponsel ini tidak berubah menjadi perangkat yang serba tertutup.

Dirancang untuk menunda, bukan memicu notifikasi

Callback 8020 memakai Sailfish OS dari Jolla, sistem yang berakar dari pengembangan MeeGo Nokia dan juga dikenal bisa menjalankan aplikasi Android. Commodore menyebutnya sebagai perangkat yang “de-Googled”, dengan sistem yang tidak memonetisasi data dan tidak melacak cookie.

Di bagian luar, ponsel ini hanya menampilkan waktu dan tanggal lewat layar 1,77 inci. Tidak ada panel notifikasi penuh di sisi depan, sehingga pengguna tidak terus-menerus tergoda mengecek layar.

Saat dibuka, pengguna akan menemukan layar 3,25 inci beresolusi 480 x 640 piksel. Layarnya memang touchscreen, tetapi fungsi sentuh dimatikan secara default dan baru aktif saat diperlukan aplikasi tertentu.

Spesifikasi ringkas dan fungsi utama

Untuk penggunaan harian, navigasi utama dilakukan lewat keyboard dan D-pad. Pendekatan ini membuat Callback 8020 terasa lebih dekat ke ponsel lipat klasik ketimbang smartphone modern.

Di bagian dalam, perangkat ini memakai prosesor MediaTek Helio, RAM 4GB, dan penyimpanan internal 64GB. Commodore juga menyediakan slot microSD, dengan kartu 32GB sudah disertakan di dalam kotak dan dukungan kapasitas hingga 256GB.

Baterainya berkapasitas 1.550mAh. Commodore memperkirakan daya tahan bisa mencapai sekitar sepekan untuk penggunaan ringan.

Untuk kamera, ponsel ini membawa kamera belakang 48MP dari Sony dan kamera di sisi dalam lipatan untuk panggilan video. Ada juga deretan LED di bagian depan saat kondisi tertutup, yang bisa dikaitkan ke aplikasi tertentu sebagai penanda notifikasi.

Nuansa Commodore lama dibuat terasa lagi

Callback 8020 tidak hanya menumpang nama besar Commodore. Ponsel ini juga membawa beberapa game Commodore 64 yang sudah terpasang dan pemutar musik berbasis chip audio SID milik C64.

Nada deringnya pun mengambil karakter suara dari chip SID. Bagi penggemar lama, elemen ini menjadi salah satu ciri yang paling kuat karena identitas suara C64 memang sangat ikonik.

Commodore juga menyertakan jack headphone 3,5 mm, earphone in-ear berkabel dengan remote, DAC untuk pemutaran audio, serta radio FM bawaan yang memakai antena pada perangkat. Di sisi lain, perangkat ini tetap mendukung aplikasi seperti WhatsApp, Signal, Spotify, OpenBubbles, Google Maps, dan QR code.

Harga, varian, dan sentuhan personalisasi

Secara desain, Callback 8020 mengambil inspirasi dari ponsel lipat klasik seperti Nokia 2660 Flip. Commodore lalu menambah estetika khas mereknya dan memberi banyak opsi personalisasi lewat panel belakang yang disebut Snapbacks.

Perusahaan juga menjual casing penuh, loop untuk lanyard yang bisa dipakai untuk phone charms, dan aksesori bernama Backpack. Ponsel ini akan hadir dalam lima gaya, dengan BASIC Beige, ProtoPET White, dan SX Silver dibanderol $500.

Varian Starlight Edition dijual $550, sedangkan Founders Edition dihargai $640. Varian termahal itu membawa tombol “C=” berlapis emas 24 karat dan tambahan isi kotak yang tidak dijelaskan rinci.

Commodore menandai babak baru

Kembalinya Callback 8020 juga menegaskan bahwa Commodore benar-benar hidup lagi sebagai merek. Perusahaan aslinya bangkrut pada 1994, lalu dibeli pada 2025 oleh Peri Fractic, sosok yang dikenal sebagai YouTuber, aktor, musisi, dan penggemar Commodore.

Fractic kini menjabat CEO dan mendokumentasikan proses pembelian Commodore di kanal YouTube miliknya. Sejak itu, Commodore sudah merilis Commodore 64 Ultimate sebagai reboot C64 untuk penggemar retro pada 2026.

Menurut Fractic, tim kebangkitan Commodore juga melibatkan orang-orang yang pernah terlibat dengan C64 asli. Ia mengatakan perusahaan memiliki peta jalan produk untuk beberapa tahun ke depan, dengan target “melakukan dua hal dengan sangat baik setiap tahun.”

Callback 8020 menjadi salah satu produk Commodore untuk 2026, dan pre-order dibuka pada 30 Juni. Commodore menargetkan perangkat ini sudah berada di tangan pembeli sebelum akhir tahun.

Source: www.androidpolice.com

Terkait