Clicks mencoba membawa kembali sensasi ponsel berkeyboard fisik lewat Communicator, sebuah perangkat Android yang terasa seperti penerus era BlackBerry. Bedanya, pendekatan yang dipakai dibuat lebih modern, dengan keyboard QWERTY tetap menjadi pusat pengalaman pakai.
Yang membuat perangkat ini menarik bukan hanya bentuknya yang nostalgia, tetapi juga arah desain software yang sengaja dipermudah. Clicks ingin Communicator tetap nyaman dipakai untuk komunikasi harian tanpa terasa seperti smartphone Android yang penuh distraksi.
Antarmuka dibuat ringkas dan fokus
Dalam pratinjau di kanal YouTube Clicks, VP Marketing Clicks Jeff Gadway memperlihatkan antarmuka custom Communicator yang memakai Niagara Launcher. Tampilan ini jauh lebih sederhana dibandingkan kebanyakan ponsel Android karena tidak menampilkan terlalu banyak aplikasi sekaligus.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Antarmuka | Custom UI berbasis Niagara Launcher |
| Susunan aplikasi | Vertikal, dengan navigasi lewat sisi kanan layar |
| Kapasitas tampilan | Hingga lima deret ikon aplikasi sekaligus |
| Fitur pencarian | Keyboard bisa dipakai untuk mengetik nama aplikasi tanpa menggulir layar |
Di homescreen, pengguna bisa memilih aplikasi apa saja yang ingin ditampilkan, termasuk WhatsApp dan Gmail. Notifikasi juga dibuat lebih ringkas, karena pesan masuk bisa muncul di samping ikon aplikasi lalu disembunyikan lagi dengan swipe ke kiri.
Keyboard fisik tetap jadi pusat perhatian
Clicks menempatkan keyboard QWERTY fisik tepat di bawah layar OLED 4 inci. Desain ini jelas mengingatkan pada ponsel BlackBerry yang dulu populer, tetapi Communicator tetap menjalankan Android 16.
Perangkat ini juga membawa pemindai sidik jari yang menyatu dengan tombol spasi fisik. Clicks menyebut posisi itu nyaman dan ergonomis untuk penggunaan harian.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Layar | OLED 4 inci |
| Keyboard | QWERTY fisik |
| Sistem operasi | Android 16 |
| Keamanan | Pemindai sidik jari di tombol spasi |
Spesifikasi yang dibawa tidak sekadar gimmick nostalgia
Selain keyboard fisik, Communicator dibekali jack headphone 3,5 mm, slot microSD, dan baterai 4.000 mAh. Dari sisi konektivitas, ponsel ini mendukung NFC, Bluetooth, dan WiFi.
Untuk kamera, Clicks menyiapkan sensor belakang 50 MP dan kamera depan 24 MP. Meski spesifikasinya setara banyak smartphone Android lain, perangkat ini diposisikan sebagai ponsel kedua atau cadangan, dengan fokus utama pada komunikasi.
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Audio | Jack headphone 3,5 mm |
| Penyimpanan | Slot microSD |
| Baterai | 4.000 mAh |
| Kamera | Belakang 50 MP, depan 24 MP |
Dalam pratinjau yang sama, Gadway juga memperlihatkan kemampuan dasar seperti memutar musik, menerima panggilan telepon, dan beralih antar aplikasi. Clicks menegaskan Communicator bukan ditujukan untuk menggantikan ponsel utama, melainkan sebagai perangkat pendamping untuk kebutuhan komunikasi harian.
Karena itu, pengguna masih disarankan tetap memiliki HP utama untuk kebutuhan yang lebih berat, termasuk merekam video. Clicks juga menyebut akan menampilkan demo fitur tambahan Communicator pada waktu mendatang.
Menurut informasi yang dihimpun KompasTekno dari Engadget, Communicator ditargetkan meluncur pada kuartal IV-2026 dengan harga 499 dollar AS. Perpaduan desain lawas dan sistem Android modern ini mencoba menjawab nostalgia pengguna yang rindu keyboard fisik tanpa benar-benar keluar dari ekosistem smartphone masa kini.
Source: tekno.kompas.com






