Chuwi kembali menyasar pasar laptop murah Windows lewat UniBook, dan kali ini lawannya jelas: MacBook Neo. Di segmen entry-level yang makin sensitif terhadap harga, UniBook tampil dengan banderol lebih rendah, layar lebih besar, dan port yang jauh lebih lengkap.
Perbandingan ini menarik karena Apple ikut membuat kelas bawah terasa lebih ramai. Laptop Windows selama ini unggul di harga, tetapi MacBook Neo mengubah peta dengan membawa opsi notebook baru yang masih terlihat menarik bagi pembeli hemat.
Harga lebih rendah, spesifikasi inti ikut dikejar
UniBook hadir sebagai laptop 14 inci yang diposisikan langsung sebagai penantang MacBook Neo. Chuwi membanderolnya sekitar $449, lebih rendah dari harga awal MacBook Neo yang berada di $599, atau $499 untuk pelajar.
Di atas kertas, UniBook juga menutup jarak pada komponen inti. Laptop ini membawa 8GB LPDDR5X RAM dan SSD PCIe 3.0 256GB, kapasitas yang setara dengan basis memori dan penyimpanan MacBook Neo.
Chip entry-level untuk kerja harian
Di bagian dapur pacu, UniBook memakai Intel Core 3 304. Chip entry-level Wildcat Lake itu memiliki 5 core dan 5 thread, dengan kecepatan hingga 4,3GHz dan GPU terintegrasi Xe3 yang sangat dasar.
Karakter seperti ini membuat UniBook lebih cocok untuk penggunaan harian. Chuwi menempatkannya untuk pekerjaan kantor, browsing, menulis, streaming, dan tugas sekolah, bukan untuk gaming atau beban berat.
Port jadi pembeda paling mencolok
Daya tarik terbesar UniBook justru ada pada konektivitas. Chuwi menyematkan dua port USB-C full-function, HDMI 2.0, dua USB 3.2 Gen 1, satu USB 2.0, Gigabit Ethernet, slot TF card, dan jack audio 3,5mm.
Konfigurasi itu sangat berbeda dari pendekatan Apple yang lebih minimalis. MacBook Neo tetap mengandalkan desain premium dan integrasi perangkat lunak yang kuat, tetapi UniBook menawarkan fleksibilitas koneksi yang lebih luas untuk penggunaan sehari-hari.
Layar 14 inci dan fitur pendukung lain
UniBook memakai panel IPS 14 inci beresolusi 1920 x 1200 dengan cakupan warna 100% sRGB. Laptop ini juga dibekali keyboard putih dengan lampu latar dua tingkat, engsel 180 derajat, pendinginan aktif, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, Windows 11 Pro, dan baterai 53,38Wh.
Ukuran layar itu memberi keunggulan lain saat dibandingkan dengan MacBook Neo yang memakai panel 13 inci. Bagi pengguna yang lebih suka ruang kerja yang lapang, selisih ini terasa saat mengetik, membaca dokumen, atau menjalankan multitasking ringan.
Strategi Chuwi di pasar murah
Langkah Chuwi terlihat sederhana, tetapi cukup tajam. Perusahaan itu mencoba memikat pembeli dengan harga lebih rendah, spesifikasi yang layak, dan port lengkap untuk menahan daya tarik laptop murah Apple.
UniBook tidak dirancang sebagai laptop premium atau mesin kreator. Namun, dengan harga $449, layar 14 inci, dan konektivitas yang jauh lebih kaya, perangkat ini tampil sebagai alternatif Windows yang serius di hadapan MacBook Neo.







