Chromebook makin sering dilirik bukan cuma sebagai laptop kerja atau belajar, tetapi juga sebagai perangkat untuk bermain game. Meski begitu, ada batas yang kerap diabaikan: Chromebook bisa main game, tetapi tidak dirancang untuk pengalaman gaming penuh seperti laptop Windows.
Pertanyaan ini jadi penting karena banyak pengguna ingin perangkat serbaguna tanpa harus membeli laptop gaming. Di satu sisi, Chromebook memang punya jalur bermain yang cukup jelas, namun di sisi lain kemampuan hardware dan sistem operasinya tetap membatasi hasil akhirnya.
Bisa main game, tapi bukan tanpa kompromi
Mengacu pada Chrome Unboxed dan Tom’s Guide, Chromebook memang dapat dipakai untuk bermain game. Jika gamenya cocok untuk ekosistem ChromeOS, pengalaman bermain bisa terasa cukup baik, termasuk grafis yang tinggi dan gerakan yang mulus.
Namun, Chromebook tidak punya fitur gaming selengkap laptop Windows. Perangkat ini tidak menyediakan frame rate display dan tidak memiliki fitur overclock, sehingga kontrol serta pemantauan performa permainan menjadi lebih terbatas.
Keterbatasan lain datang dari spesifikasi bawaan. Banyak model Chromebook tidak dibekali GPU dan CPU yang kuat, sehingga perangkat ini lebih pas untuk game ringan atau game yang tidak menuntut tenaga besar.
Model tertentu lebih siap untuk bermain
Tidak semua Chromebook berada pada level yang sama saat dipakai bermain game. Beberapa model disebut punya performa yang lebih mumpuni, seperti Acer Chromebook Plus 516 GE, Acer Chromebook Plus Spin 714, dan Lenovo Flex 3 Chromebook.
Ketiga model itu membawa layar 120Hz, layar 1080p, dan CPU yang cukup powerful. Kombinasi tersebut membuat pengalaman bermain terasa lebih nyaman dibanding Chromebook kelas bawah.
Dua jalur utama bermain game di ChromeOS
Menurut laman resmi Google, ada dua metode utama untuk bermain game di Chromebook. Pengguna bisa memakai cloud gaming atau menginstal game Android melalui Google Play Store.
Cloud gaming dapat diakses lewat platform seperti NVIDIA GeForce NOW, Xbox Cloud Gaming, Amazon Luna, dan Boosteroid. Untuk game Android, pengguna tinggal mengunduhnya langsung dari Play Store.
Google juga menyarankan penggunaan Google Play Games untuk memaksimalkan pengalaman bermain. Opsi ini membuat Chromebook lebih fleksibel bagi pengguna yang ingin membedakan game ringan lokal dan game berbasis streaming.
Pilihan game ternyata cukup luas
Di balik keterbatasannya, Chromebook masih menawarkan katalog game yang cukup beragam. IGN menyebut sejumlah game ringan populer yang bisa dimainkan, seperti Stardew Valley, Terraria, Among Us, Alto’s Odyssey, dan Injustice 2.
Game Android juga bisa berjalan cukup lancar di perangkat ini. Beberapa judul yang disebut antara lain Genshin Impact, Roblox, dan Minecraft.
Jika memakai cloud gaming, pilihannya jauh lebih besar. Daftar game yang bisa diakses mencakup Avowed, Baldur’s Gate 3, Halo Infinite, Elden Ring, hingga Cyberpunk 2077.
Tetap kalah dari laptop Windows
Meski bisa dipakai main game, Chromebook masih belum bisa menandingi laptop Windows, apalagi laptop gaming. Dari sisi performa, kualitas layar, dan kompatibilitas, Chromebook masih berada di bawah.
ChromeOS disebut menjadi penghalang utama yang membuat game tidak selalu berjalan mulus. Android Authority menilai laptop Windows atau laptop gaming masih lebih unggul dan belum tergantikan oleh Chromebook.
Karena itu, pilihan perangkat tetap bergantung pada kebutuhan pengguna. Chromebook masih bisa diandalkan untuk game ringan yang tidak kompetitif, tetapi untuk performa tertinggi dan katalog game terluas, laptop Windows masih lebih kuat.
Source: www.idntimes.com