Chrome Bisa Bikin MacBook Lebih Panas Dan Boros Baterai, Safari Ternyata Lebih Hemat

Author: Cung Media

Chrome di MacBook sering dipersepsikan sebagai beban, bukan karena tidak bisa dipakai, melainkan karena banyak pengguna merasakan dampaknya langsung pada performa. Browser ini kerap dikaitkan dengan RAM yang cepat penuh, perangkat yang lebih panas, dan baterai yang lebih cepat habis.

Sorotan itu makin relevan karena MacBook sebenarnya sudah membawa Safari sebagai browser bawaan yang dirancang untuk macOS. Namun, di tengah pilihan yang tersedia, Chrome tetap banyak dipasang dan dipakai, meski konsekuensi teknisnya terus jadi bahan perdebatan.

Kenapa Chrome sering dianggap memberatkan

Keluhan paling umum datang dari konsumsi memori yang besar. Chrome disebut cenderung memakai RAM dalam jumlah tinggi, terutama saat banyak tab dan ekstensi aktif bersamaan.

Pada MacBook dengan memori terbatas, kondisi itu bisa lebih terasa. Saat beban memori naik, kinerja sistem ikut menurun dan perangkat dapat terasa lebih lambat saat dipakai membuka banyak halaman.

Selain RAM, penggunaan daya juga menjadi perhatian utama. Aktivitas memuat banyak laman web dinilai membutuhkan tenaga lebih besar, sehingga baterai MacBook bisa lebih cepat terkuras.

Hal ini terasa kontras dengan salah satu keunggulan utama MacBook, yaitu efisiensi daya dan ketahanan baterai. Ketika browser justru menyedot daya besar, pengalaman memakai perangkat menjadi kurang ideal.

Dampaknya juga terasa pada suhu perangkat

Pemakaian sumber daya yang intensif ikut dikaitkan dengan suhu MacBook. Saat Chrome dipakai untuk aktivitas berat dalam waktu lama, perangkat bisa menjadi lebih cepat panas.

Panas berlebih bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga sering dibaca sebagai tanda sistem bekerja lebih keras. Karena itu, Chrome kerap mendapat reputasi buruk di kalangan pengguna MacBook.

Pembahasan ini juga ramai setelah konten dari Gudang Macbook menyoroti kebiasaan memakai Chrome di perangkat Apple. Host dalam konten itu mempertanyakan apakah benar Chrome membutuhkan memori besar untuk menjalankan tab dan ekstensi, lalu membebani sistem MacBook.

Safari dinilai lebih pas untuk ekosistem Apple

Perbandingan dengan Safari sulit dihindari karena kedua browser ini memang punya pendekatan berbeda. Safari dirancang khusus untuk ekosistem Apple, sehingga secara umum dinilai lebih selaras dengan macOS.

Integrasi itu membuat Safari dianggap lebih efisien untuk penggunaan harian di MacBook. Fokusnya bukan hanya membuka situs, tetapi juga menjaga pengelolaan daya dan sumber daya sistem tetap sesuai dengan karakter perangkat Apple.

Di sisi lain, Chrome disebut memiliki pendekatan fitur yang lebih berbasis pada ekosistem Google dan ChromeOS. Akibatnya, browser ini dinilai tidak seefisien Safari ketika dijalankan di macOS.

Itulah sebabnya saran untuk beralih ke Safari kerap muncul saat pengguna mengeluhkan baterai cepat habis atau MacBook terasa lag. Masalahnya bukan pada kompatibilitas semata, tetapi pada keseimbangan performa dan efisiensi yang dianggap lebih baik di Safari.

Bukan benar-benar “musuh”, tapi ada konsekuensi

Istilah “musuh” untuk Chrome terdengar dramatis, tetapi gambaran yang lebih tepat adalah browser ini kurang ideal pada sejumlah skenario di MacBook. Penilaian itu muncul dari sisi teknis, bukan karena Chrome tidak bisa berjalan di perangkat Apple.

Banyak pengguna tetap memilih Chrome karena kebiasaan, sinkronisasi layanan Google, atau ekstensi tertentu yang mereka butuhkan. Namun, catatan soal konsumsi RAM, daya, dan suhu perangkat tetap menjadi topik yang terus dibahas.

Ada juga perhatian pada dukungan sistem operasi. Google disebut kerap menghentikan pembaruan Chrome untuk versi macOS lama, termasuk kabar mengenai macOS Big Sur pada 2025 dan macOS Monterey pada 2026.

Bagi pengguna MacBook lawas, kondisi ini membuat kompatibilitas browser perlu dipantau lebih cermat. Saat dukungan berhenti, aspek keamanan dan kenyamanan penggunaan juga ikut terdampak.

Pada akhirnya, pilihan antara Chrome dan Safari di MacBook bukan hanya soal selera. Untuk pengguna yang mengutamakan performa optimal, efisiensi baterai, dan integrasi dengan ekosistem Apple, Safari masih menjadi opsi yang paling sering direkomendasikan.

Chrome tetap bisa dipakai, tetapi konsekuensinya sudah lama menjadi pembicaraan di kalangan pengguna MacBook. Karena itu, ketika baterai mulai cepat habis atau perangkat terasa lag saat browsing, browser yang digunakan sering menjadi hal pertama yang perlu diperiksa.

Terbaru