ChatGPT Salah Arahkan 2 Pendaki, Evakuasi Helikopter Jadi Akhir Perjalanan di Tatra

Author: Cung Media

Dua pendaki asal Lithuania harus diselamatkan setelah mengikuti rute yang direkomendasikan ChatGPT saat menuju Five Lakes Valley di Pegunungan Tatra, Polandia. Alih-alih mendapat jalur cepat, mereka justru masuk ke area yang membutuhkan kemampuan panjat tebing dan pengalaman mendaki tingkat lanjut.

Kisah ini kembali memperlihatkan risiko memakai chatbot AI untuk menentukan jalur perjalanan di medan yang tidak sederhana. Dalam kasus ini, rekomendasi yang mereka terima mengarah ke kawasan Niebieska Turnia dan lintasan Świnicka Ławka, yang ternyata terlalu berbahaya untuk pendaki yang tidak siap.

Rute yang ternyata berbahaya

Menurut laporan Cybernews yang dikutip beritasatu.com, keduanya awalnya ingin mencari cara tercepat menuju Five Lakes Valley. Mereka kemudian meminta ChatGPT menyusun rute, tetapi hasilnya justru membawa mereka ke jalur yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka.

Setelah mencapai area tersebut, keduanya tidak mampu melanjutkan perjalanan atau kembali ke jalur semula. Kondisi medan membuat mereka terjebak dan akhirnya meminta bantuan Tatra Volunteer Search and Rescue atau TOPR.

Informasi Detail
Asal pendaki Lithuania
Tujuan awal Five Lakes Valley, Pegunungan Tatra
Rute yang direkomendasikan Niebieska Turnia dan lintasan Świnicka Ławka
Pihak penyelamat Tatra Volunteer Search and Rescue (TOPR)
Hasil evakuasi Diselamatkan dengan helikopter tanpa cedera serius

TOPR kemudian mengevakuasi keduanya menggunakan helikopter. Keduanya dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera serius setelah insiden tersebut.

Bukan kasus pertama

Insiden ini menambah daftar peringatan soal ketepatan rekomendasi AI untuk perjalanan alam. Digital Trends mencatat, pada 2025 sepasang pendaki di British Columbia, Kanada, juga terjebak di kawasan Unnecessary Mountain setelah mengikuti rencana perjalanan yang disusun AI.

Dalam kasus di Kanada itu, mereka tidak membawa perlengkapan yang memadai dan tidak mempertimbangkan kondisi cuaca. Akibatnya, mereka juga membutuhkan bantuan tim penyelamat.

Lembaga Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD bahkan pernah mencatat chatbot AI yang mengarang informasi destinasi wisata. Salah satu contohnya adalah rekomendasi menuju “Sacred Canyon of Humantay” di Peru, lokasi yang ternyata tidak pernah ada.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru