
ChatGPT tengah disiapkan untuk melangkah lebih jauh dari sekadar menjawab percakapan. Fitur baru bernama Trusted Contact akan memberi tahu kontak tepercaya saat obrolan pengguna mengarah ke situasi krisis, terutama ketika sistem mendeteksi pembahasan yang berkaitan dengan menyakiti diri sendiri.
Langkah ini langsung memunculkan pertanyaan penting: apakah fitur seperti ini cukup aman untuk melindungi pengguna, atau justru terlalu jauh karena membawa chatbot ke wilayah intervensi dunia nyata. OpenAI tampaknya ingin menjadikan ChatGPT bukan hanya alat percakapan, tetapi juga jembatan menuju bantuan dari orang terdekat saat risiko meningkat.
Fitur opsional untuk pengguna dewasa
OpenAI menyebut Trusted Contact bersifat opsional. Pengguna dewasa yang ingin menggunakannya dapat menambahkan satu kontak dewasa tepercaya melalui pengaturan ChatGPT.
Batas usia kontak menyesuaikan wilayah pengguna. Kontak harus berusia 18 tahun ke atas secara global, atau 19 tahun ke atas di Korea Selatan.
Setelah ditambahkan, kontak tersebut akan menerima undangan. Orang yang dipilih tetap memegang kendali penuh untuk menerima atau menolak permintaan itu.
Jika fitur sudah aktif, pengguna tidak perlu menekan tombol tambahan saat memakai ChatGPT. Sistem akan berjalan di latar belakang selama percakapan berlangsung.
Cara notifikasi dikirim
Saat ChatGPT mendeteksi percakapan yang mungkin membahas self-harm, sistem akan memberi tahu pengguna bahwa kontak tepercaya mereka bisa saja menerima notifikasi. Peringatan ini muncul lebih dulu sebelum proses berlanjut.
OpenAI tidak menyerahkan keputusan itu sepenuhnya pada sistem otomatis. Perusahaan juga melibatkan tim peninjau manusia yang dilatih khusus untuk menilai percakapan dengan potensi kekhawatiran keselamatan.
Tim ini menentukan apakah isi obrolan benar-benar menunjukkan masalah keamanan. Tim yang sama juga mengambil keputusan akhir soal perlu atau tidaknya menghubungi kontak tepercaya pengguna.
Pendekatan ini menunjukkan OpenAI mencoba menyeimbangkan deteksi otomatis dengan penilaian manusia. Dalam percakapan sensitif, keputusan seperti ini diperlakukan sebagai isu keselamatan, bukan sekadar pemicu teknis biasa.
Privasi tetap dibatasi
OpenAI menegaskan fitur ini tidak membuat seluruh isi obrolan dibagikan ke orang lain. Kontak tepercaya tidak akan menerima transkrip percakapan pengguna.
Sebagai gantinya, kontak hanya menerima notifikasi yang mendorong mereka untuk memeriksa keadaan pengguna. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga privasi sambil tetap membuka jalan bagi dukungan personal saat dibutuhkan.
Pembatasan ini menjadi poin penting karena percakapan dengan chatbot sering memuat informasi pribadi. Dengan tidak mengirim salinan chat, OpenAI berupaya mengurangi risiko pelanggaran privasi ketika fitur keselamatan diaktifkan.
Muncul di tengah sorotan pada chatbot AI
Kehadiran Trusted Contact tidak lepas dari konteks yang lebih luas. ChatGPT menjadi salah satu chatbot AI paling populer, dan banyak orang memakainya untuk membicarakan hampir semua hal, termasuk topik yang sangat sensitif.
Dalam beberapa kasus, ChatGPT juga disebut terlibat dalam situasi self-harm. OpenAI bahkan telah menghadapi gugatan hukum terkait kejadian semacam itu.
Karena itu, fitur baru ini bisa dibaca sebagai upaya memperkuat perlindungan ketika chatbot digunakan dalam kondisi emosional yang rentan. Alih-alih hanya merespons di dalam aplikasi, sistem kini mencoba membuka akses ke bantuan dari orang terdekat.
Melengkapi perlindungan yang sudah ada
Sebelum fitur ini hadir, ChatGPT sudah memiliki sejumlah pengaman untuk percakapan sensitif. Sistem mendorong pengguna menghubungi layanan bantuan atau hotline, serta menyarankan jeda dari penggunaan ChatGPT itu sendiri.
Trusted Contact menambah lapisan baru dalam rangkaian perlindungan tersebut. Fokusnya bukan pada jawaban AI yang lebih panjang, melainkan pada kemungkinan menghadirkan keterlibatan manusia di luar platform.
Bagi pengguna yang memilih mengaktifkannya, fitur ini dapat menjadi saluran darurat tambahan saat percakapan menunjukkan tanda bahaya. Bagi OpenAI, ini juga menjadi sinyal bahwa penanganan isu keselamatan pada chatbot kini bergerak ke arah intervensi yang lebih langsung, meski tetap dibatasi oleh persetujuan pengguna, persetujuan kontak yang ditunjuk, serta proses peninjauan manusia.
Source: www.androidauthority.com




