CEO Take-Two Bantah Crunch GTA 6, Penundaan Ternyata Demi Hindari Overtime Brutal

Take-Two Interactive menepis anggapan bahwa penundaan GTA 6 terjadi karena masalah produksi. CEO Strauss Zelnick justru mengatakan penyesuaian jadwal itu dilakukan untuk menghindari crunch di Rockstar Games, terutama menjelang fase akhir pengembangan yang kerap memicu kerja lembur ekstrem.

Pernyataan itu muncul saat sorotan publik terhadap kondisi kerja di studio tersebut kembali menguat. Setiap perubahan jadwal GTA 6 memang langsung memicu perhatian besar, karena gim itu sudah lama dinanti dan menjadi salah satu rilis paling diperhatikan di industri game.

Sorotan dari ulasan kerja yang memicu debat

Perdebatan terbaru dipicu oleh sebuah ulasan negatif di Glassdoor yang muncul pada 1 Mei. Ulasan itu datang dari seorang QA Analyst Rockstar Games di Bengaluru, India, dan menyinggung kekhawatiran soal lembur tanpa bayaran yang dipaksakan serta beban kerja yang dianggap tidak realistis.

Isu tersebut kembali membuat sebagian penggemar mempertanyakan kondisi internal Rockstar. Dalam 30 hari terakhir, suasana di perusahaan juga disebut semakin tegang, meski keaslian ulasan itu belum bisa dipastikan.

Jawaban tegas dari pimpinan Take-Two

Dalam wawancara dengan Business Insider, Zelnick membenarkan bahwa penundaan GTA 6 memang dimaksudkan untuk menghindari crunch. Ia juga menegaskan bahwa Take-Two tidak ingin ada dorongan panik di menit terakhir hanya untuk menyelesaikan proyek.

Zelnick bahkan memakai perbandingan sederhana dari masa kuliahnya, dengan pesan bahwa pekerjaan sebaiknya diselesaikan tanpa menarik all-nighter. Sikap itu menegaskan pendekatan perusahaan yang ingin menekan lembur brutal saat proyek mendekati rilis.

Rockstar dan bayang-bayang budaya kerja

Meski Take-Two telah memiliki Rockstar sejak akhir 1990-an, studio itu dikenal tertutup dan kemungkinan menjalankan kebijakan internalnya sendiri. Riwayat tuduhan perlakuan buruk terhadap karyawan juga membuat setiap rumor soal crunch di Rockstar cepat menjadi perhatian publik.

Bloomberg melalui Jason Schreier sebelumnya melaporkan adanya keinginan kuat dari manajemen untuk menghindari brutal crunch. Laporan itu sejalan dengan penjelasan Zelnick bahwa penundaan tidak selalu menandakan ada masalah besar, melainkan bisa menjadi langkah untuk menjaga proses produksi tetap sehat.

Antisipasi penggemar terus meningkat

Penggemar sudah lama menunggu kabar lanjutan karena pengembangan GTA 6 diyakini dimulai pada 2020 atau lebih awal. Sejak itu, Rockstar hanya memberi sedikit pembaruan, termasuk dua trailer yang menampilkan grafis yang banyak dipuji.

Kini perhatian tertuju pada panggilan pendapatan Take-Two berikutnya pada 21 Mei. Sebagian penggemar berharap trailer ketiga akhirnya muncul, sementara skenario yang paling ditakuti tetap sama, yakni kabar penundaan jadwal rilis lagi.

Zelnick sendiri tidak memberi petunjuk soal isi pengumuman mendatang, tetapi dalam obrolan dengan GameFile’s Stephen Totilo, ia terdengar yakin dengan proyek tersebut. Ia menyebut demo yang sudah ia lihat sebagai “amazing”, sinyal bahwa Take-Two masih memandang GTA 6 sebagai rilisan besar yang berada di jalur yang diharapkan.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait