CATL semakin menekan gas di bisnis battery swap untuk truk berat, dan J&T Express jadi mitra terbarunya. Lewat kerja sama ini, lebih dari 5.000 truk berat milik J&T Express akan masuk ke layanan penukaran baterai yang bisa memangkas waktu henti armada secara drastis.
Di sektor logistik, menit yang hilang berarti ritme pengiriman ikut terganggu. Karena itu, kemampuan truk berat mengisi daya dalam tiga hingga lima menit menjadi nilai utama yang langsung menyentuh produktivitas operasional.
Fokus pada armada yang harus terus bergerak
Dalam kemitraan tersebut, CATL akan menyediakan baterai swap, peralatan stasiun battery swap, serta layanan operasi dan pemeliharaan untuk armada truk berat J&T Express. Skema ini dirancang untuk menjaga truk tetap beroperasi dengan jeda pengisian yang jauh lebih singkat dibanding metode konvensional.
Perusahaan menyebut model battery swap membuat proses isi daya truk berat hanya memakan waktu tiga hingga lima menit. Bagi jaringan distribusi yang sensitif terhadap waktu, perbedaan itu dapat membantu mempercepat perputaran kendaraan dan menekan hambatan operasional.
| Elemen Kemitraan | Rincian | Dampak Utama |
|---|---|---|
| Armada J&T Express | Lebih dari 5.000 truk berat | Target elektrifikasi skala besar |
| Layanan CATL | Baterai swap, stasiun battery swap, operasi dan pemeliharaan | Mempercepat pergantian energi armada |
| Waktu pengisian | 3 hingga 5 menit | Meminimalkan waktu henti kendaraan |
Tak berhenti di truk berat
Kerja sama ini juga akan meluas ke kendaraan dan peralatan lain secara bertahap. CATL dan J&T Express menyiapkan pengenalan truk logistik ringan dan forklift gudang listrik untuk memperluas elektrifikasi di dalam rantai logistik.
Cakupan itu menunjukkan kolaborasi mereka tidak hanya menyasar satu titik, tetapi juga menyentuh lebih banyak bagian dari operasional harian. Area kerjanya meliputi elektrifikasi peralatan energi baru, otomasi logistik, dan pembangunan rendah karbon.
J&T Express sudah punya pijakan elektrifikasi
J&T Express mengatakan perusahaan telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan logistik tanpa awak. Fakta itu membuat elektrifikasi kendaraan logistik menjadi salah satu skenario awal yang dianggap penting dalam kemitraan ini.
Selain kendaraan, kerja sama juga mencakup pembangunan taman logistik. Di area tersebut, CATL akan menyediakan produk dan layanan sistem penyimpanan energi untuk membantu pengelolaan beban listrik di kawasan operasional J&T Express.
CATL menyebut sistem penyimpanan energi itu dapat mengisi daya pada malam hari saat harga listrik lebih rendah, lalu melepas daya pada jam sibuk siang hari. Pola tersebut ditujukan untuk menekan biaya listrik operasional dan membuat penggunaan energi lebih efisien.
Langkah terbaru dari dorongan CATL di battery swap
Kemitraan dengan J&T Express menjadi babak baru ekspansi CATL di pasar battery swap untuk truk berat. Sebagai produsen baterai daya terbesar di dunia, perusahaan ini terus memperkuat posisi di segmen yang dipandang berpotensi tumbuh cepat.
CATL meluncurkan Qiji Energy, solusi battery swap untuk truk berat, pada Juni 2023. Pada Mei tahun lalu, perusahaan juga memperkenalkan paket battery swap standar #75 untuk truk berat sebagai bagian dari pengembangan ekosistem tersebut.
Robin Zeng, chairman dan CEO CATL, mengatakan pada Mei tahun lalu bahwa industri truk berat diperkirakan akan tumbuh sangat cepat dalam tiga tahun ke depan. Ia juga menyebut tingkat elektrifikasi bisa mencapai 50%.
Sebelumnya, pada April tahun ini, CATL juga meneken kerja sama strategis serupa dengan STO Express. Fokusnya saat itu adalah elektrifikasi truk logistik dan pembangunan fasilitas pengisian daya serta battery swap.
Source: cnevpost.com






