Carl Pei kembali menempatkan Apple sebagai sasaran utama Nothing. Dalam video singkat di Instagram, CEO sekaligus salah satu pendiri Nothing itu mengatakan ingin merebut pelanggan Apple, “satu pengguna iPhone yang bosan pada satu waktu.”
Pesan itu mempertegas strategi Nothing yang memang sejak awal tampil sebagai penantang merek besar di pasar smartphone. Nada videonya dibuat dramatis, tetapi arahnya jelas: Apple bukan sekadar pesaing, melainkan target yang ingin digoyang lewat pengguna yang mulai jenuh.
Provokasi yang Selaras dengan Strategi Nothing
Dalam klip berdurasi 18 detik itu, Pei memperkenalkan diri dengan kalimat, “My name is Carl. I make phones in London.” Ia lalu menutupnya dengan pernyataan yang jauh lebih tajam, “I’m gonna steal your customers.”
Bagi Nothing, pernyataan semacam itu bukan sekadar gimmick promosi. Perusahaan asal London itu berulang kali membangun identitas sebagai rival yang sengaja berhadapan langsung dengan nama-nama besar, terutama Apple.
Apple Jadi Simbol Dominasi yang Ingin Diganggu
Dalam beberapa tahun terakhir, Pei konsisten mendorong gagasan bahwa industri smartphone butuh energi baru. Ia ingin membangun ekosistem yang menarik dan menghadirkan pengalaman perangkat keras yang bisa menandingi integrasi rapat khas Apple.
Narasi itu juga terlihat dari cara Nothing membentuk citra merek. Pemasaran dan branding mereka kerap diposisikan sebagai kontras terhadap pendekatan Apple yang selama ini dianggap terlalu mapan.
Pei juga berulang kali menyebut inovasi di industri smartphone mulai mandek. Kritik itu diarahkan kepada produsen besar yang dinilainya tidak lagi membawa gebrakan seperti dulu.
Dari iPhone Orisinal ke Mesin Korporasi Besar
Dalam wawancara sebelumnya dengan Wired, Pei mengaku produk awal Apple seperti iPhone orisinal dan iPod sempat menginspirasinya masuk ke industri teknologi. Namun, ia juga menilai perusahaan-perusahaan yang dulu kreatif kini berubah menjadi mesin korporasi besar.
Menurut Pei, perubahan itu membuat banyak merek besar tidak lagi terasa menarik bagi generasi muda. Di celah inilah Nothing melihat peluang untuk mengambil perhatian pasar, terutama dari pengguna yang merasa pengalaman smartphone mulai membosankan.
Serangan yang Tidak Berdiri Sendiri
Video terbaru ini juga bukan satu-satunya momen ketika Pei menyenggol Apple. Sebelumnya, ia sudah mengkritik upaya kecerdasan buatan Apple lewat Apple Intelligence.
Pei menilai Apple berhasil membangun hype besar, tetapi belum menghadirkan fitur yang benar-benar transformatif. Kritik itu sejalan dengan pesan Nothing bahwa pemain besar bisa diganggu, bukan hanya dikagumi.
Nothing juga pernah memanfaatkan momen peluncuran untuk menegaskan posisi tersebut. Pada Februari, perusahaan itu mengumumkan acara yang dijadwalkan tepat setelah acara milik Apple.
Membidik Pengguna Muda dan Gen Z
Dalam berbagai wawancara sebelumnya, Pei menilai pengguna Gen Z adalah peluang terbesar Nothing untuk menantang Apple dan Samsung. Kelompok ini dianggap lebih terbuka pada merek baru yang punya karakter kuat dan pendekatan berbeda.
Nothing mengklaim sejumlah pembeda telah membantu mereka menonjol di pasar yang semakin padat. Di antaranya adalah desain transparan, antarmuka perangkat lunak yang kustom, dan kampanye pemasaran yang lebih playful.
Pendekatan itu sengaja dibuat jauh dari kesan formal dan kaku. Nothing tampaknya ingin tampil sebagai merek yang lebih segar bagi konsumen muda yang tidak lagi melihat smartphone besar sebagai simbol inovasi.
Pesan yang Ingin Ditangkap Pasar
Pernyataan tentang mencuri pelanggan Apple selaras dengan strategi itu. Nothing tampak tidak mencoba menarik semua pengguna sekaligus, melainkan menyasar kelompok yang sudah mulai jenuh dengan pengalaman iPhone.
Bagi publik, video Pei mungkin terdengar seperti provokasi promosi biasa. Namun bagi Nothing, itu adalah ringkasan singkat dari strategi bisnis yang sejak awal dibangun untuk menantang dominasi Apple dan menawarkan citra yang lebih segar di pasar smartphone.
Dengan gaya komunikasi yang frontal, Nothing terus memperlihatkan bahwa persaingan dengan Apple tidak hanya terjadi di produk, tetapi juga dalam perebutan perhatian pengguna yang masih mencari sesuatu yang terasa baru.
Source: www.gadgets360.com






