6 Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit saat Kemarau, Cegah Dehidrasi dan Heat Stroke

Musim kemarau tidak hanya membawa hari yang lebih cerah, tetapi juga udara panas dan kering yang dapat membuat tubuh cepat kehilangan cairan. Risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke perlu diwaspadai, terutama saat aktivitas berlangsung lama di luar ruangan.

Anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan termasuk kelompok yang perlu memberi perhatian lebih pada kondisi ini. World Health Organization mengingatkan bahwa paparan panas berlebihan dapat memicu heat exhaustion dan berkembang menjadi heat stroke.

LangkahFokus Perlindungan
Minum air putihMencegah kekurangan cairan
Memakai sunscreenMelindungi kulit dari sinar UV
Menghindari terikMengurangi risiko kepanasan
Makan buah dan sayurMembantu memenuhi cairan tubuh
Memakai maskerMengurangi paparan debu
Mengatur olahragaMencegah kelelahan saat panas

1. Perbanyak Minum Air Putih

Suhu yang tinggi membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat. Centers for Disease Control and Prevention menyebut kehilangan cairan berlebihan dapat memicu dehidrasi dengan gejala haus berlebih, mulut kering, urine pekat, dan tubuh terasa lemas.

Rasa haus tidak perlu dijadikan satu-satunya tanda untuk mulai minum. Membawa botol minum saat bekerja, bepergian, atau beraktivitas dapat membantu menjaga asupan cairan dari pagi sampai malam.

2. Gunakan Sunscreen dan Lindungi Kulit

Paparan sinar ultraviolet saat cuaca cerah dapat meningkatkan risiko kulit terbakar matahari, flek hitam, serta penuaan dini. American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan sunscreen setiap hari untuk membantu melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV.

Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 sebelum keluar rumah. Produk ini dapat dioleskan sekitar 15 hingga 30 menit sebelumnya dan digunakan kembali setiap dua jam ketika berada lama di luar, terutama setelah berkeringat.

3. Hindari Paparan Matahari Berlebihan

Berada terlalu lama di bawah terik matahari dapat menaikkan suhu tubuh sekaligus mempercepat kehilangan cairan. Kegiatan luar ruangan sebaiknya dibatasi pada siang hingga sore hari ketika panas terasa paling kuat bila kondisi memungkinkan.

Topi, payung, pakaian longgar, dan busana berwarna terang dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan. Saat harus tetap berada di luar, beristirahat secara berkala di tempat teduh membantu tubuh mempertahankan suhu yang lebih stabil.

4. Konsumsi Makanan Bergizi dan Kaya Air

Kebutuhan cairan tidak hanya diperoleh dari minuman, karena makanan sehari-hari juga menyumbang air bagi tubuh. Buah dan sayuran dapat membantu memenuhi asupan cairan sekaligus menyediakan vitamin serta mineral saat cuaca panas.

Semangka, melon, jeruk, dan stroberi merupakan pilihan buah dengan kandungan air tinggi. Mentimun, tomat, serta selada juga dapat melengkapi menu, sedangkan makanan yang terlalu asin atau tinggi gula sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat membuat tubuh lebih mudah haus.

5. Gunakan Masker saat Udara Berdebu

Udara selama kemarau kerap terasa lebih kering dan berdebu, khususnya di wilayah yang minim hujan atau terdampak kebakaran hutan. World Health Organization menyatakan debu dan polusi dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada orang dengan asma, alergi, atau penyakit paru-paru.

Masker yang nyaman dan sesuai kebutuhan dapat digunakan ketika harus keluar rumah dalam kondisi berdebu. Menutup jendela saat paparan debu meningkat serta membersihkan rumah secara rutin juga membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

6. Atur Waktu Aktivitas Fisik

Olahraga tetap penting dilakukan selama kemarau, tetapi waktunya perlu menyesuaikan kondisi suhu. Aktivitas fisik saat panas terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, heat exhaustion, dan heat stroke.

Pagi atau sore hari dapat menjadi pilihan waktu yang lebih nyaman karena suhu belum atau tidak lagi setinggi siang hari. Minum air sebelum, selama, dan sesudah berolahraga, lalu segera berhenti bila muncul pusing, lemas, mual, atau kram otot.

Perhatian terhadap cairan tubuh, paparan matahari, dan kualitas udara perlu ditingkatkan saat panas menyengat. Langkah sederhana yang dilakukan konsisten dapat membantu tubuh tetap bugar sepanjang musim kemarau.

Terkait