Cambridge Bukan Sekadar Label Internasional, Ini Alasan Orang Tua Jatim Makin Meliriknya

Program pendidikan berbasis Cambridge International Education kini makin diburu orang tua di Jawa Timur. Daya tarik utamanya bukan hanya karena label internasional, tetapi karena sekolah menawarkan proses belajar yang dinilai lebih kuat dalam membentuk karakter anak.

Perubahan cara pandang itu terlihat dalam kegiatan “Discover How Meaningful Learning Shapes Confident Character and Future Fit Learners” yang digelar Inspirasi Schools bersama Cambridge International Education di kawasan The JIVANA Homes, Sidoarjo, Sabtu (23/5). Acara ini mempertemukan calon wali murid, orang tua siswa, pendidik, dan perwakilan Cambridge International Education dalam format parent talk dan diskusi panel.

Cambridge bukan sekadar label

Koordinator Akademik Inspirasi Group of Schools, Indri Savitri, menilai masih banyak orang tua yang memandang Cambridge hanya sebagai penanda pendidikan internasional. Menurut dia, pendekatan ini justru menekankan proses belajar dan pengembangan karakter siswa.

Ia menegaskan sekolah tidak semata mengejar hasil akhir atau nilai ujian. Indri juga mengingatkan bahwa setiap anak berkembang melalui tahapan yang berbeda, sehingga kebutuhan belajarnya tidak bisa disamakan.

Di Inspirasi Schools, kurikulum nasional dipadukan dengan pendekatan Cambridge. Penerapan itu difokuskan terutama pada Matematika dan Bahasa Inggris.

Mendorong cara berpikir yang lebih dalam

Model pembelajaran tersebut dirancang agar siswa memiliki pola pikir yang lebih kritis, terbuka, dan mampu memahami konsep secara mendalam. Arah pembelajaran ini juga dibuat untuk membiasakan anak menjalani proses yang lebih kuat, bukan sekadar mengejar capaian cepat.

Pendekatan Cambridge di sekolah itu juga tetap dibarengi nilai karakter. Nilai yang ditekankan meliputi rasa hormat, empati, keberanian, kejujuran, dan kepemimpinan.

Kombinasi itu menjadi bagian dari alasan mengapa program Cambridge semakin menarik perhatian orang tua di Jawa Timur. Bagi banyak keluarga, model belajar yang menggabungkan kedalaman akademik dan pembentukan karakter dinilai lebih relevan untuk kebutuhan anak di masa depan.

Tetap dekat dengan budaya lokal

Di tengah dorongan menuju standar global, siswa juga diharapkan tidak terlepas dari budaya lokal dan karakter bangsa. Karena itu, program Cambridge yang diterapkan di lingkungan sekolah tidak berdiri sendiri sebagai program internasional, tetapi menyatu dengan nilai yang ingin dibangun sejak dini.

Perpaduan ini membuat sekolah tidak hanya dilihat sebagai tempat mengejar prestasi akademik. Sekolah juga diposisikan sebagai ruang untuk membentuk kebiasaan berpikir, sikap, dan kepribadian anak secara bertahap.

Kehadiran orang tua dalam sesi diskusi menunjukkan bahwa minat terhadap pendekatan semacam ini terus tumbuh. Mereka melihat kombinasi kurikulum nasional, pendekatan Cambridge, dan penguatan karakter sebagai tawaran pendidikan yang lebih seimbang untuk masa depan anak.

Source: radarsurabaya.jawapos.com

Baca Juga

Back to top button