California Selatan Masuk Beban Kritis, Ilmuwan Ingatkan The Big One Makin Dekat

Author: Cung Media

California Selatan kembali menjadi sorotan setelah ilmuwan memperingatkan bahwa tekanan di sepanjang Patahan San Andreas dan San Jacinto kini berada pada level tertinggi dalam sekitar 1.000 tahun terakhir. Kondisi itu disebut sebagai critical loading atau beban kritis, yang berarti patahan menyimpan energi besar meski waktu gempa tidak bisa dipastikan.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas seismik di wilayah itu. Para ahli menilai situasinya bukan tanda gempa akan terjadi dalam hitungan hari, tetapi cukup kuat untuk menunjukkan bahwa kawasan tersebut sedang memikul tekanan tektonik yang sangat besar.

Tekanan yang menumpuk di titik pertemuan patahan

Studi tim peneliti University of Hawaiʻi yang terbit di Journal of Geophysical Research: Solid Earth menyorot Cajon Pass sebagai lokasi penting. Area ini menjadi titik ketika San Andreas dan San Jacinto saling berdekatan, sehingga kerap dipandang sebagai “gerbang gempa”.

Penulis utama studi, Liliane Burkhard, menegaskan temuan itu bukan pertanda gempa akan terjadi besok. Namun, ia menyebut sistem patahan tersebut saat ini memikul tekanan tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah penelitian.

Para peneliti juga menilai rekahan yang saling terhubung bisa jauh lebih merusak dibanding gempa besar yang hanya terjadi di satu patahan. Dampaknya dapat menjalar ke wilayah padat penduduk seperti Los Angeles, San Bernardino, dan Lembah Coachella.

Fokus Temuan Detail Dampak Potensial
Patahan San Andreas dan San Jacinto Berada pada level tekanan tertinggi dalam sekitar 1.000 tahun terakhir Menunjukkan beban kritis yang menumpuk
Cajon Pass Titik ketika dua patahan saling berdekatan Dipandang sebagai “gerbang gempa”
Rekahan terhubung Gempa bisa melibatkan lebih dari satu patahan Berpotensi lebih merusak dan meluas

Aktivitas gempa naik tajam di California Selatan

Peringatan ilmiah itu sejalan dengan lonjakan aktivitas seismik yang tercatat di California Selatan. Pada 2024, wilayah ini mengalami 15 rangkaian aktivitas gempa yang masing-masing mencakup setidaknya satu gempa bermagnitudo 4,0 atau lebih.

Pakar seismologi Caltech, Lucy Jones, menyebut angka itu sebagai total tahunan tertinggi dalam 65 tahun terakhir. Malibu bahkan mengalami tiga gempa yang lebih kuat dari magnitudo 4,0 dalam rentang 13 bulan.

Jones menggambarkan gempa besar di wilayah itu sebagai guncangan yang dapat membuat gedung-gedung tinggi berguncang hebat dan rumah-rumah terayun seperti perahu kecil di atas ombak. Ia menilai kerusakan bisa meluas, tidak hanya terbatas di area dekat garis patahan.

Bayangan The Big One masih membayangi

Ancaman lama yang terus dibahas di California tetap mengacu pada “The Big One”, gempa masif di sepanjang San Andreas. Gempa ini diperkirakan dapat mencapai magnitudo 7,8 atau lebih dan berpotensi merusak wilayah luas di California Selatan maupun kawasan Teluk San Francisco.

Burkhard mengingatkan warga untuk bersiap tanpa harus menunggu kepastian waktu. Ia mendorong masyarakat mengenali rute evakuasi, menyusun rencana komunikasi dengan keluarga dan teman, serta menyiapkan tas darurat berisi air, makanan, dan obat.

Risiko besar untuk infrastruktur vital

Bahaya gempa besar di San Andreas tidak berhenti pada guncangan awal. Aktivitas seismik yang berantai dinilai bisa melumpuhkan infrastruktur vital seperti jalan raya, jalur kereta, sistem air, dan listrik.

California Selatan memang punya regulasi bangunan yang lebih ketat dibanding banyak wilayah lain. Meski begitu, kerentanan tetap ada karena banyak bangunan tua belum diperkuat secara struktural, sementara bangunan baru juga tidak otomatis bebas risiko.

Kombinasi tekanan patahan yang tinggi, lonjakan gempa kecil hingga menengah, dan padatnya permukiman membuat California Selatan tetap berada dalam pengawasan ketat para ilmuwan. Pesan utamanya jelas: bukan panik yang dibutuhkan, melainkan kesiapsiagaan yang nyata.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru