ByteDance akhirnya menutup rapat spekulasi soal “mobil TikTok” yang sempat ramai dibicarakan publik. Perusahaan asal China itu menegaskan tidak punya rencana memproduksi mobil, apalagi meluncurkan merek otomotif sendiri.
Pernyataan ini penting karena rumor tersebut sempat menyeret nama ByteDance, TikTok, dan Saidou Technology ke dalam satu narasi besar. Padahal, ByteDance justru menempatkan dirinya sebagai penyedia teknologi, bukan produsen kendaraan.
ByteDance membantah masuk bisnis mobil
ByteDance menyampaikan bantahan resmi melalui unggahan di Weibo. Dalam pernyataan itu, perusahaan menyebut kabar yang beredar tidak akurat dan menolak anggapan bahwa mereka akan masuk ke bisnis manufaktur kendaraan.
Perusahaan juga menegaskan kembali bahwa mereka tidak pernah berniat memproduksi mobil maupun meluncurkan merek mobil. Penegasan ini sekaligus meredam tafsir yang terlanjur mengaitkan ByteDance dengan proyek kendaraan baru.
ByteDance turut meluruskan hubungan namanya dengan Saidou Technology. Perusahaan menjelaskan bahwa Saidou bukan merek mobil milik ByteDance maupun milik Doubao, layanan kecerdasan buatan atau AI yang berada di bawahnya.
Selain itu, ByteDance menepis anggapan adanya hubungan kepemilikan saham dengan Saidou. Dalam penjelasan tersebut, ByteDance dan Saidou disebut tidak memiliki kerja sama kepemilikan saham.
Peran ByteDance tetap di teknologi kendaraan
Meski membantah menjadi produsen mobil, ByteDance masih punya posisi di ekosistem otomotif. Doubao dan anak usaha lainnya, Volcano Engine, disebut hanya menyediakan layanan teknologi untuk mitra mereka.
Layanan itu mencakup model AI dan kokpit pintar. Tujuannya adalah membantu mitra meningkatkan pengalaman interaksi cerdas di dalam kendaraan.
Dengan posisi seperti itu, keterlibatan ByteDance di sektor otomotif jauh lebih terbatas dibanding rumor yang sempat beredar. Perusahaan menempatkan diri sebagai pemasok teknologi, bukan pembuat mobil.
Kenapa nama Saidou ikut terseret
Spekulasi tentang “mobil TikTok” menguat setelah Seres Group disebut ingin meluncurkan merek otomotif baru bernama Saidou Technology bersama Volcano Engine. Seres Group dan Volcano Engine diketahui sudah menjalin kerja sama sejak Oktober 2025.
Nama Saidou kemudian memicu banyak tafsir di publik. Banyak orang membaca nama itu sebagai gabungan “Sai” dari Seres dan “dou” dari Doubao, lalu menyebutnya sebagai “mobil Doubao”.
Dari sana, proyek tersebut ikut dikaitkan dengan ByteDance dan TikTok. Namun ByteDance sudah menegaskan bahwa Saidou bukan merek mobil yang diluncurkan oleh perusahaan maupun oleh Doubao.
Saidou tetap meluncur dengan teknologi AI
Walau ByteDance membantah keterlibatan langsung, merek mobil Saidou tetap dijadwalkan meluncur pada 9 Juni. Kehadiran unsur AI di proyek ini membuat perhatian pasar dan publik tetap tertuju pada merek baru tersebut.
Mengutip Car News China, mobil Saidou diperkirakan membawa kemampuan AI dan kokpit pintar dari Volcano Engine dan Doubao. Namun, produk itu tidak diposisikan sebagai mobil buatan ByteDance atau kendaraan yang terkait langsung dengan TikTok.
Saidou sendiri merupakan hasil restrukturisasi Chongqing Landian Technology, anak usaha Seres yang berganti nama pada 29 Mei. Proses restrukturisasi itu juga disertai suntikan modal 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp17,6 triliun dari sejumlah investor, termasuk lengan investasi strategis CATL.
Restrukturisasi dilakukan ketika Seres berupaya menekan kerugian dan membenahi laporan keuangan. Sebagai merek lama, Landian disebut kesulitan bersaing di segmen SUV entry-level.
Kondisi bisnis itu juga terlihat dari penjualannya. Mengutip data Car News China, merek tersebut hanya mengantarkan 472 unit di pasar domestik pada April 2026, dengan pangsa pasar 0,1 persen.
Detail lengkap mengenai merek baru Saidou masih dijanjikan akan terungkap pada 9 Juni. Hingga saat itu tiba, ByteDance sudah lebih dulu menutup ruang spekulasi bahwa ada “mobil TikTok” yang sedang disiapkan perusahaan.
Source: www.cnnindonesia.com