
Bau sepatu sering kali muncul bukan karena satu penyebab tunggal. Kondisi lembab, bakteri, jamur, dan kebiasaan pakai yang kurang tepat bisa membuat aroma tak sedap bertahan lebih lama di dalam alas kaki.
Masalah ini juga bisa memengaruhi rasa percaya diri meski tidak terlihat dari luar. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi bau apek tanpa harus selalu bergantung pada produk mahal.
Teh celup kering bisa dipakai semalaman
Kantong teh celup kering dapat dimasukkan ke dalam sepatu untuk membantu menyerap bau tak sedap. Kandungan tanin pada daun teh disebut mampu membunuh bakteri dan jamur, sekaligus membantu menjaga kelembaban di dalam sepatu.
Teh celup yang sudah dipakai juga masih bisa dimanfaatkan, selama sudah dikeringkan terlebih dahulu. Kantong teh itu cukup dibiarkan semalaman agar kerjanya lebih maksimal di dalam sepatu.
Bubuk kopi membantu menetralkan aroma
Bubuk kopi juga bisa menjadi cara praktis untuk mengurangi bau apek. Bahan ini mengandung nitrogen yang membantu menetralkan aroma tidak sedap dan memberi efek wangi kopi yang kuat.
Kopi yang dipakai sebaiknya bubuk murni tanpa campuran gula atau susu. Agar tidak berceceran, bubuk kopi perlu dibungkus tisu terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam sepatu.
Takaran satu sendok makan untuk tiap sepatu sudah cukup untuk dicoba. Setelah itu, sepatu perlu didiamkan semalaman agar hasilnya lebih optimal.
Baking soda menyerap bau dan lembab
Soda kue atau baking soda juga dikenal bisa menyegarkan aroma di dalam sepatu. Kandungan natrium bikarbonat di dalamnya mampu menetralkan asam penyebab bau tak sedap dan menyerap udara lembab.
Penggunaannya cukup satu sampai dua sendok makan, lalu dibungkus dengan tisu sebelum dimasukkan ke sepatu. Cara ini juga memudahkan proses pembersihan bubuknya pada keesokan hari.
Pencucian rutin tetap tidak bisa diabaikan
Sepatu tetap perlu dicuci secara berkala agar bau tidak menumpuk. Selain menjaga tampilan tetap bersih, langkah ini juga membantu mempertahankan aroma sepatu agar tetap segar.
Pencucian sebaiknya memakai deterjen khusus sepatu dan sikat lembut supaya bahan tidak cepat rusak. Setelah dibilas, sepatu perlu diletakkan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang lancar.
Sinar matahari pagi selama satu atau dua jam juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pengeringan. Panasnya membantu membunuh bakteri dan jamur, tetapi penjemuran siang hari dalam durasi panjang sebaiknya dihindari karena dapat memudarkan warna sepatu.
Kaus kaki ikut menentukan bau di dalam sepatu
Kaus kaki punya peran besar dalam menjaga sepatu tetap nyaman dipakai. Jika kaus kaki menyimpan keringat atau bau, aroma itu dapat ikut mengendap di dalam sepatu.
Saat aktivitas membuat kaki banyak berkeringat, kaus kaki perlu segera diganti dan dicuci. Dalam kondisi seperti itu, penggantian harian menjadi pilihan yang disarankan.
Wright Sock menyebut kaus kaki umumnya perlu diganti setelah digunakan selama satu atau dua musim, tergantung intensitas pemakaian dan aktivitas. Patokan lainnya adalah tidak lebih dari 50 kali pencucian atau ketika kaus kaki mulai berlubang.
Menggabungkan kebiasaan menjaga kaus kaki, membersihkan sepatu, dan memakai bahan penyerap bau bisa membantu hasil yang lebih konsisten. Dengan cara sederhana ini, sepatu berpeluang tetap segar lebih lama tanpa perlu langkah yang rumit.
Source: yoursay.suara.com




