BYD Siapkan 6 Nama Pengganti Denza, Nasib Merek Premium Ini Kian Genting di Indonesia

BYD kini berada di fase penting dalam polemik merek Denza di Indonesia. Setelah kalah dalam sengketa dengan PT Worcas Nusantara Abadi, perusahaan asal Tiongkok itu disebut sudah menyiapkan enam opsi nama pengganti untuk sub merek premiumnya di pasar Tanah Air.

Langkah ini membuat masa depan Denza di Indonesia semakin menegangkan, karena nama yang selama ini melekat pada lini kendaraan listrik premium BYD bisa saja berubah. Meski begitu, seluruh model yang sudah dan akan dipasarkan tetap diarahkan ke lini yang sama, hanya identitas mereknya yang berpotensi diganti.

Enam nama alternatif sudah muncul di PDKI

Data di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual menunjukkan BYD Company Limited telah mendaftarkan beberapa opsi nama untuk berjaga-jaga jika Denza tidak bisa digunakan. Enam nama yang tercatat adalah Danza, Deynza, Denzza, Dehnza, Deynza, dan Dnza.

Daftar tersebut memperlihatkan BYD masih ingin menjaga kedekatan identitas dengan nama Denza. Pilihan nama yang didaftarkan juga menunjukkan perusahaan tidak menutup kemungkinan mempertahankan karakter merek lama, walau dalam bentuk baru.

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai nama mana yang akan dipilih. Situasi ini membuat publik masih menunggu apakah Denza akan tetap dipertahankan atau diganti sepenuhnya untuk pasar Indonesia.

Sengketa merek yang memicu perubahan

Persoalan Denza bermula dari pendaftaran merek oleh PT Worcas Nusantara Abadi yang dilakukan lebih dulu pada 3 Juli 2023. Perlindungan merek tersebut tercatat berlaku hingga 3 Juli 2033, sehingga posisinya diakui sah saat sengketa berlangsung.

BYD kemudian mengajukan permohonan merek Denza pada 8 Agustus 2024. Setelah itu, BYD juga menghadirkan Denza D9 di Indonesia pada 22 Januari 2025, meski status merek tersebut sudah lebih dulu dipersoalkan.

BYD sempat menggugat PT Worcas Nusantara Abadi karena menilai merek yang didaftarkan menyerupai Denza miliknya secara global. Nama Denza sendiri memang digunakan BYD di sejumlah negara untuk lini kendaraan premiumnya.

Namun, majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak gugatan itu. Dengan putusan tersebut, BYD juga harus menanggung biaya perkara, sementara pendaftaran merek oleh PT Worcas Nusantara Abadi tetap diakui.

Nasib produk Denza di Indonesia ikut terdampak

Jika pergantian nama benar-benar terjadi, maka model-model sub merek BYD yang masuk setelah ini akan memakai label baru tersebut. Artinya, kendaraan seperti Z9GT dan B5 berpeluang tampil dengan identitas yang berbeda dari Denza.

Saat ini, Denza baru memiliki satu produk yang dijual untuk konsumen Indonesia, yaitu MPV listrik Denza D9. Kehadiran D9 menjadi langkah awal pembentukan posisi merek ini sebelum sengketa nama membuat arah brand menjadi lebih rumit.

Situasi tersebut juga membuat BYD harus berhitung ulang soal strategi pemasaran di Indonesia. Di pasar kendaraan listrik yang berkembang cepat, identitas merek memegang peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan membedakan produk dari kompetitor.

Pilihan nama yang masih dekat dengan Denza

Dari enam opsi yang sudah terdaftar, semuanya masih terdengar dekat dengan nama Denza. Danza, Deynza, Denzza, Dehnza, dan Dnza menunjukkan BYD tampak ingin mempertahankan nuansa yang familiar bagi pasar.

Dengan pendekatan itu, perubahan merek jika benar dilakukan kemungkinan tidak akan terasa jauh dari identitas awal. Meski demikian, keputusan akhir tetap belum diumumkan dan posisi resmi BYD masih menjadi perhatian publik.

Hingga saat ini, para konsumen dan pengamat otomotif masih menunggu langkah lanjutan perusahaan setelah kalah di pengadilan. Apakah BYD akan mempertahankan Denza dengan nama pengganti atau memilih jalur baru sepenuhnya, jawabannya akan menentukan arah merek premium ini di Indonesia.

Exit mobile version