Tenaga besar pada sedan listrik sering kali paling terasa justru saat jalan mulai licin. Di BYD Seal 2026, masalah itu dijawab dengan iTAC, sistem yang dirancang untuk menjaga traksi sebelum roda benar-benar kehilangan cengkeraman.
Pendekatan ini penting karena varian AWD Performance membawa torsi hingga 670 Nm. Pada mobil dengan karakter seperti itu, respons motor listrik yang sangat instan bisa dengan mudah membuat roda tergelincir jika kontrol traksinya tidak bekerja dengan presisi.
Lebih cepat dari kontrol stabilitas biasa
BYD menempatkan iTAC sebagai Intelligence Torque Adaption Control, sistem yang fokus pada pengelolaan traksi secara proaktif. Berbeda dari ESP yang umumnya bekerja setelah slip terjadi, iTAC mencoba membaca gejala awal kehilangan grip lebih dulu.
Perbedaan ini terasa relevan pada mobil listrik performa tinggi. Saat akselerasi mendadak, jeda respons yang terlalu lama bisa membuat mobil kehilangan stabilitas sebelum sistem sempat melakukan koreksi.
Alih-alih mengandalkan pengereman mekanis setelah roda selip, iTAC berupaya mengatur ulang distribusi tenaga secara instan. Hasilnya, koreksi bisa berlangsung lebih halus dan tidak terasa mengganggu karakter akseleratif mobil.
Mendeteksi slip dalam hitungan milidetik
Kekuatan iTAC terletak pada cara sistem membaca kondisi kendaraan. BYD Seal 2026 tidak hanya bergantung pada sensor kecepatan roda, tetapi juga memanfaatkan sensor internal pada motor listrik untuk memantau frekuensi putaran dengan presisi lebih tinggi.
Data itu memberi komputer kendaraan kemampuan mendeteksi potensi slip dalam hitungan milidetik. Dengan pembacaan secepat itu, koreksi bisa dilakukan sebelum ban benar-benar kehilangan cengkeraman di permukaan jalan.
Karena bekerja secara prediktif, iTAC cocok dipakai saat mobil dipacu agresif di tikungan atau ketika pengemudi menekan pedal secara tiba-tiba. Dalam situasi seperti itu, perubahan grip bisa terjadi sangat cepat dan butuh sistem yang sama sigapnya.
Tiga langkah koreksi saat traksi mulai terganggu
Ketika sistem membaca ada potensi selip, komputer sentral BYD Seal akan memilih koreksi yang paling sesuai. Intervensi itu tidak hanya satu, melainkan mencakup beberapa skema pengaturan torsi.
Langkah pertama adalah memindahkan porsi torsi ke roda lain yang masih memiliki grip paling kuat. Langkah ini membantu tenaga tetap tersalurkan tanpa membebani roda yang mulai kehilangan cengkeraman.
Langkah kedua adalah menerapkan torsi negatif atau menahan roda yang berpotensi spinning. Tujuannya untuk menekan putaran berlebih sebelum berkembang menjadi slip yang lebih besar.
Langkah ketiga adalah menurunkan output daya motor dalam skala mikro. Penyesuaian ini dibuat sangat halus sehingga diharapkan hampir tidak terasa oleh pengemudi.
Kombinasi tiga tindakan tersebut memperlihatkan bahwa iTAC tidak sekadar memotong tenaga. Sistem ini mengelola tenaga secara adaptif agar stabilitas tetap terjaga tanpa menghilangkan rasa responsif khas mobil listrik.
Lebih meyakinkan di jalan basah dan licin
Dengan strategi prediksi dan distribusi torsi itu, BYD menargetkan handling yang tetap rigid dan presisi. Pengemudi diharapkan bisa menjaga kontrol kendaraan dengan lebih baik, termasuk saat akselerasi tinggi.
Manfaatnya disebut paling terasa di permukaan jalan yang menantang. Aspal basah, jalan licin, hingga genangan air pascahujan menjadi kondisi yang ingin dijawab oleh kerja iTAC agar mobil tetap stabil dan aman dikendalikan.
Di BYD Seal 2026, fitur ini menempatkan perhatian pada sisi yang sering menentukan rasa percaya diri saat berkendara, yakni distribusi torsi. Saat tenaga besar bertemu permukaan jalan yang tidak ideal, kecerdasan sistem menjadi pembeda utama antara performa yang cepat dan performa yang tetap terkendali.
