BYD Pindahkan Knalpot Ke Depan, Denza D9 Jadi Punya Bagasi 882 Liter dan Baterai Lebih Besar

BYD mulai memperlihatkan arah baru untuk mobil plug-in hybrid lewat platform hibrida terintegrasi Heyuan. Pada Denza D9, perubahan ini bukan cuma soal efisiensi, tetapi juga soal cara merebut kembali ruang yang selama ini hilang di bawah sasis.

Hasilnya langsung terasa pada MPV premium itu. Denza D9 kini punya bagasi yang lebih lapang dan tetap sanggup menampung baterai besar, dua hal yang biasanya sulit hadir bersamaan pada sebuah PHEV.

Trik utama ada di bawah mobil

Kunci dari platform Heyuan terletak pada reposisi komponen fisik sasis. Pada layout hibrida umum, saluran pembuangan dan peredam suara knalpot biasanya mengambil ruang di bagian bawah belakang kendaraan.

BYD memindahkan komponen itu ke area ruang mesin di bagian depan. Langkah ini membebaskan area kolong belakang dan tengah, sehingga ruang yang sebelumnya terpakai bisa dialihkan untuk fungsi lain.

Perubahan tersebut memberi efek langsung pada Denza D9. Hilangnya komponen knalpot di area belakang menambah ruang penyimpanan tersembunyi sebesar 126 liter.

Dengan tambahan itu, total kapasitas kargo Denza D9 mencapai 882 liter. Angka ini menjadi sorotan karena MPV tersebut tetap membawa sistem penggerak plug-in hybrid tanpa mengorbankan kelegaan bagasi.

Baterai besar tetap muat

Ruang kosong di bagian tengah sasis juga membuka peluang untuk menempatkan paket baterai yang lebih besar. Inilah salah satu kompromi klasik pada PHEV, karena kapasitas baterai sering berbenturan dengan kebutuhan ruang kabin dan bagasi.

Denza D9 terbaru dilaporkan mampu membawa baterai berkapasitas 66,48 kWh. Platform yang sama juga disebut mendukung konfigurasi baterai hingga di atas 100 kWh untuk jarak tempuh elektrik yang lebih jauh.

Kombinasi ini membuat Heyuan menonjol dibanding pendekatan hibrida yang hanya mengandalkan penyetelan ulang sistem tenaga. BYD memilih mengubah arsitektur dasar kendaraan agar ruang dan kapasitas baterai bisa bertambah sekaligus.

Bobot lebih seimbang, mobil lebih stabil

Reposisi komponen berat juga berdampak pada distribusi bobot. Dengan sebagian massa dipindahkan ke area tengah dan depan, titik gravitasi kendaraan diklaim menjadi lebih baik.

Bagi MPV besar seperti Denza D9, pengaturan bobot punya peran penting terhadap stabilitas berkendara. Kendaraan bertubuh bongsor butuh pengendalian massa yang cermat agar tetap nyaman dan mantap di jalan.

Karena itu, platform baru ini tidak hanya mengejar ruang tambahan. BYD juga mengaitkannya dengan peningkatan rasa stabil sebagai bagian dari manfaat desain yang lebih menyeluruh.

Bagian dari evolusi DM BYD

Heyuan disebut sebagai bagian dari evolusi sistem Dual Mode atau DM milik BYD. Arah pengembangannya menekankan manajemen energi berbasis perangkat lunak sekaligus fleksibilitas arsitektur fisik kendaraan.

Pendekatan ini memungkinkan kombinasi fitur yang sebelumnya sulit diwujudkan dalam satu paket. Mobil bisa membawa baterai besar, tetap menyisakan bagasi lega, dan mempertahankan fungsi dasar kendaraan hibrida.

BYD menempatkan platform ini sebagai jawaban atas keterbatasan ruang yang kerap melekat pada mobil plug-in hybrid. Kendalanya jelas, karena PHEV harus mengakomodasi mesin, baterai, sistem pembuangan, dan kebutuhan kabin dalam satu struktur.

Ada tantangan teknis yang harus dijaga

Meski menjanjikan banyak keuntungan, desain baru ini tetap membawa tantangan. Salah satu isu yang muncul adalah manajemen panas di ruang mesin depan, karena area tersebut kini harus menampung lebih banyak komponen.

BYD menyatakan teknologi ini telah dipatenkan. Perusahaan juga menyiapkannya sebagai standar baru dalam desain mobil hibrida global, sehingga Heyuan terlihat sebagai fondasi yang lebih luas dari sekadar satu model.

Bila pengembangan ini terus diterapkan, Denza D9 memberi gambaran awal tentang arah baru PHEV. Mobil bisa membawa baterai besar untuk jarak elektrik yang lebih jauh, tanpa kehilangan kepraktisan bagasi yang dibutuhkan pengguna MPV.

Baca Juga

Back to top button