
BYD resmi membawa M6 DM ke Indonesia sebagai versi plug-in hybrid dari MPV 7-penumpang M6. Sorotan terbesarnya ada pada klaim konsumsi bahan bakar rata-rata hingga 65 km per liter, angka yang langsung menempatkannya di radar keluarga yang mengejar efisiensi tinggi.
Kehadiran model ini juga menandai perluasan strategi elektrifikasi BYD di Indonesia. Selama ini, merek tersebut lebih dikenal lewat mobil listrik murni, sementara M6 DM memperlihatkan pendekatan yang lebih fleksibel untuk kebutuhan harian dan perjalanan jarak jauh.
Langkah baru BYD di pasar keluarga
Peluncuran M6 DM memperluas portofolio BYD Motor Indonesia ke teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV. Posisi ini dipakai sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh tanpa mengorbankan kemudahan pemakaian dalam aktivitas sehari-hari.
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menegaskan bahwa EV murni tetap menjadi arah jangka panjang menuju mobilitas dengan elektrifikasi penuh. Di sisi lain, teknologi DM dihadirkan sebagai solusi transisi dengan basis teknologi yang efisien dan cerdas.
BYD juga memperkenalkan filosofi DM GASS untuk pasar Indonesia. GASS merupakan singkatan dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Teknologi DM yang dipakai BYD
Teknologi DM bukan hal baru bagi BYD karena sistem ini pertama kali diperkenalkan pada 2008 lewat BYD F3 DM. DM sendiri merupakan singkatan dari Dual Mode yang menggabungkan EV dan hybrid.
Pendekatan yang dipakai berbeda dari mobil konvensional yang menjadikan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama. Pada sistem BYD DM, motor listrik diprioritaskan sebagai penggerak utama, sementara mesin berperan sebagai pendukung untuk menghasilkan energi listrik dan membantu efisiensi saat dibutuhkan.
Skema ini dirancang agar cocok untuk beragam pola penggunaan. Saat dipakai di perjalanan pendek dalam kota, mode EV dapat digunakan penuh, sedangkan untuk perjalanan jauh sistem ini diklaim tetap menjaga efisiensi bahan bakar lebih baik dibanding mobil konvensional.
BYD menyebut teknologi yang dipakai M6 DM sudah berkembang ke generasi terbaru, yakni DM 5.0. Generasi ini diklaim menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Saat ini keluarga teknologi DM hadir dalam tiga varian. DM-i difokuskan pada efisiensi, DM-p menonjolkan performa, dan DMO dirancang untuk kebutuhan off-road dengan keandalan tinggi di kondisi ekstrem.
Bekal utama BYD M6 DM
Di atas kertas, BYD M6 DM memakai mesin 1.5 liter efisien. Mesin tersebut menghasilkan tenaga puncak 72 kW dan torsi 125 Nm.
Sistem penggeraknya juga didukung motor EHS 5.0. Motor ini disebut mampu berputar hingga 15.000 rpm dan memiliki kepadatan daya lebih tinggi.
Untuk mendukung kerja sistem hybrid, BYD membenamkan tiga mode perpindahan utama. Tiga mode itu terdiri dari EV, series, dan parallel.
BYD juga memasang sistem kontrol terintegrasi 7-in-1. Kemampuan komputasi chip pada sistem ini disebut meningkat hingga 146 persen.
Pada aspek efisiensi termal, M6 DM menggunakan sistem manajemen termal yang diklaim mampu menghemat energi hingga 10 persen dalam kondisi suhu tinggi di Indonesia. Mobil ini juga mengusung Blade Battery yang disebut memiliki ketahanan siklus tinggi pada suhu ekstrem.
Gabungan komponen tersebut menjadi dasar klaim efisiensi 65 km per liter. Bagi pasar Indonesia, angka itu berpotensi menjadi daya tarik besar karena menyasar konsumen yang mencari kendaraan keluarga hemat energi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai seperti mobil listrik murni.
Harga belum diumumkan
Meski sudah meluncur, BYD belum mengumumkan harga resmi M6 DM. Perusahaan hanya memastikan model ramah lingkungan ini akan dipasarkan dengan harga yang kompetitif.
BYD juga menyiapkan unit tes M6 DM di seluruh jaringan dealer BYD di Indonesia. Konsumen kini bisa melihat lebih dekat cara kerja teknologi plug-in hybrid BYD pada MPV 7-seater yang diarahkan untuk kebutuhan keluarga.
Dengan kehadiran M6 DM, BYD menambah pilihan teknologi elektrifikasi di pasar nasional. Konsumen kini memiliki alternatif antara EV murni dan plug-in hybrid, dengan fokus pada efisiensi, fleksibilitas penggunaan, dan karakter berkendara yang tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama.
Source: oto.detik.com




