Pasar PHEV Indonesia bergerak cepat pada semester pertama 2026, dan BYD M6 DM langsung mengambil posisi paling atas. Model ini mencatat 1.825 unit hanya dari penjualan yang terjadi pada Juni 2026.
Namun, jarak di belakangnya sangat tipis. Chery Group membayangi lewat Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH, sementara Wuling ikut menekan lewat Darion PHEV dan Eksion PHEV.
BYD langsung memimpin dari satu model
Yang paling mencuri perhatian adalah cara BYD mencapai puncak. Bukan lewat banyak model, melainkan hanya melalui BYD M6 DM yang langsung mencatat 1.825 unit dalam satu bulan.
Capaian itu membuat BYD seketika berada di posisi terdepan dalam peta PHEV nasional. Di saat yang sama, Chery Group tidak jauh tertinggal jika total penjualan dua model andalannya digabungkan.
| Model | Penjualan | Keterangan |
|---|---|---|
| BYD M6 DM | 1.825 unit | Seluruh penjualan terjadi pada Juni 2026 |
| Chery Tiggo 8 CSH | 1.441 unit | Kontributor terbesar Chery |
| Chery Tiggo 9 CSH | 373 unit | Menambah total Chery di papan atas |
| Wuling Darion PHEV | 290 unit | Bersama Eksion mengangkat Wuling |
| Wuling Eksion PHEV | 313 unit | Bersama Darion berada di posisi tiga |
Jika dijumlahkan, Chery Group membukukan 1.814 unit. Selisihnya hanya 11 unit dari BYD M6 DM, sehingga perebutan posisi teratas masih sangat terbuka.
Chery dan Wuling sama-sama menjaga tekanan
Chery mengandalkan dua model sekaligus untuk mendekati BYD. Tiggo 8 CSH menjadi penyumbang terbesar dengan 1.441 unit, disusul Tiggo 9 CSH yang menyumbang 373 unit.
Wuling juga tampil cukup solid lewat dua nama, yakni Darion PHEV sebanyak 290 unit dan Eksion PHEV sebanyak 313 unit. Gabungan keduanya membawa Wuling ke peringkat ketiga dengan total 603 unit.
| Peringkat | Model | Unit | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | BYD M6 DM | 1.825 | Pemimpin pasar |
| 2 | Chery Tiggo 8 CSH | 1.441 | Kontributor terbesar Chery |
| 3 | Chery Tiggo 9 CSH | 373 | Masuk tiga besar |
| 4 | Wuling Eksion PHEV | 313 | Bagian dari total Wuling |
| 5 | Wuling Darion PHEV | 290 | Bagian dari total Wuling |
| 6 | Geely Starray EM-i | 255 | Merek Tiongkok |
| 7 | Jaecoo J8 | 172 | Merek Tiongkok |
| 8 | Jaecoo J7 | 152 | Merek Tiongkok |
| 9 | Jetour T1 i-DM | 97 | Merek Tiongkok |
| 10 | Mazda CX-80 PHEV | 50 | Bukan asal Tiongkok |
| 11 | Lexus RX 450h+ | 25 | Bukan asal Tiongkok |
| 12 | Volvo XC90 | 6 | Bukan asal Tiongkok |
| 13 | Volvo XC60 | 2 | Bukan asal Tiongkok |
Dominasi merek Tiongkok masih sangat terasa
Data wholesales Gaikindo yang dikutip oto.detik.com menunjukkan dominasi kuat merek asal Tiongkok di segmen ini. Dari tujuh merek yang bermain, hanya Lexus, Volvo, dan Mazda yang bukan berasal dari Tiongkok.
Namun, ketiganya justru berada di dasar klasemen dengan kontribusi gabungan hanya 83 unit. Mazda CX-80 PHEV mencatat 50 unit, Lexus RX 450h+ 25 unit, Volvo XC90 enam unit, dan Volvo XC60 dua unit.
Dengan komposisi seperti ini, pasar PHEV Indonesia pada paruh awal 2026 terlihat sangat terkonsentrasi pada beberapa model saja. Persaingan di semester dua akan sangat bergantung pada apakah BYD bisa menjaga lonjakan Juni atau Chery kembali mengambil alih ritme penjualan.
