BYD Dolphin PHEV Muncul di Eropa, Harganya Hampir Setara Mobil Listrik

Author: Cung Media

BYD memperluas lini hatchback ramah lingkungannya di Eropa lewat Dolphin G DM-i. Model ini tampil sebagai plug-in hybrid, tetapi banderolnya di Jerman justru membuat banyak orang menoleh karena mendekati Rp 600 jutaan.

Posisi itu terasa menarik karena Dolphin G DM-i berdiri di antara Dolphin dan Seagull, namun menawarkan pendekatan berbeda dari Dolphin yang sudah dikenal sebagai mobil listrik murni. BYD tampaknya ingin mengisi celah baru di segmen hatchback dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik.

Desain Lebih Modern, Namun Kabinnya Tidak Lebih Luas

Secara visual, Dolphin G DM-i dibuat lebih minimalis dan modern dibanding Dolphin EV. Siluetnya memang terlihat lebih besar, tetapi dimensinya justru sedikit lebih kecil sehingga ruang kabin ikut terasa lebih sempit.

Meski begitu, mobil ini tetap dirancang untuk lima penumpang. Karakter hatchback yang praktis masih dipertahankan, sehingga model ini tetap relevan untuk kebutuhan harian di perkotaan.

Interior Sederhana Tapi Tetap Fungsional

Di dalam kabin, BYD membekali panel instrumen 8,8 inci dan headunit floating 10,1 inci. Ada juga opsi layar 12,8 inci bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih besar.

Konsol tengahnya sudah dilengkapi wireless charging, sejumlah tombol fisik, dan tempat botol minum. BYD juga menyiapkan bagasi 425 liter yang dapat membesar menjadi 1.225 liter saat jok belakang dilipat rata.

Fitur yang Disiapkan untuk Pasar Eropa

Untuk pasar Eropa, Dolphin G DM-i diperkirakan membawa perlengkapan keselamatan dan kenyamanan yang memadai. Fitur seperti ADAS, airbag lebih dari dua buah, cruise control, dan tire pressure monitoring system disebut sudah seharusnya tersedia pada model ini.

Kombinasi itu membuat mobil ini tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga tetap punya nilai praktis sebagai hatchback keluarga kecil. BYD juga menjaga kesan modern agar model ini tetap kompetitif di pasar yang ketat.

Mesin Bensin dan Motor Listrik Dipadukan

Dolphin G DM-i memakai mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated. Mesin ini dipadukan dengan motor listrik bertenaga 120 kW, dengan pilihan lain 129 kW.

Sistem PHEV tersebut didukung baterai 7,42 kWh dan 18,3 kWh. Varian tertingginya diklaim mampu menempuh jarak 105 km dengan tenaga listrik murni, sementara baterainya juga bisa diisi ulang saat diperlukan.

Kombinasi ini memberi fleksibilitas lebih tinggi dibanding hatchback listrik murni. Pengguna bisa mengandalkan tenaga listrik untuk perjalanan pendek dan tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan.

Harga Tinggi, Tetapi Strateginya Jelas

Di Jerman, BYD memasarkan Dolphin G DM-i seharga Rp 596 jutaan. Harga itu membuatnya terasa mahal untuk ukuran hatchback, apalagi jika dibandingkan dengan posisinya di antara model yang lebih kecil.

Menariknya, model ini tidak didatangkan dari Tiongkok, melainkan dari Szeged, Hungaria. BYD memiliki pabrik di sana, sehingga distribusi ke Eropa bisa dilakukan tanpa harus mengimpor langsung dari negara asalnya.

Masuk ke Strategi Global BYD

Dolphin sudah lama menjadi salah satu andalan BYD di pasar global, bersama Seal dan Atto 3. Di Indonesia, Dolphin masih dijual berdampingan dengan Atto 1, meski Atto 1 sempat lebih laris sebelum penjualannya turun akibat transisi ke produksi lokal dan pengurangan impor.

Kehadiran Dolphin G DM-i menunjukkan bahwa BYD masih agresif memperluas pilihan model. Dengan format PHEV, hatchback ini berpotensi mengisi ruang di antara Dolphin dan model lain, selama harganya tidak terlalu tinggi dibandingkan Dolphin biasa.

Source: ridertua.com
Terbaru