Bukti Sniper, Pesan Rahasia Robinson, Sidang Charlie Kirk Ungkap Detail Mengejutkan

Sidang pendahuluan kasus pembunuhan Charlie Kirk menampilkan rangkaian bukti yang membuat jaksa Utah yakin Tyler Robinson, 23, terhubung langsung dengan penembakan itu. Dari jejak di atap gedung hingga pesan teks yang disebut berisi pengakuan, penuntut berusaha menunjukkan bahwa kasus ini layak dibawa ke tahap peradilan penuh.

Kirk tewas setelah ditembak di leher saat berbicara di hadapan sekitar 3.000 orang di kampus Utah Valley University, Orem. Keluarga Kirk hadir di ruang sidang dan menyaksikan sendiri kesaksian awal yang menjelaskan detik-detik kepanikan setelah tembakan dilepaskan.

Jejak di atap yang disebut sebagai titik tembak

Saksi pertama jaksa adalah mantan petugas kepolisian Utah Valley University, Christopher Bagley. Ia menggambarkan suasana yang kacau ketika orang-orang berteriak dan berlarian ke berbagai arah sesaat setelah tembakan terdengar.

Bagley juga menjelaskan temuan di atap gedung yang menghadap langsung ke lokasi acara. Di sana, ia menemukan obeng dan bekas cetakan di kerikil yang menurutnya menunjukkan posisi seseorang yang tiarap, termasuk jejak siku, lutut, dan kaki.

Jejak itu dipakai jaksa untuk menggambarkan posisi sniper yang diduga digunakan pelaku. Tidak jauh dari lokasi itu, penyelidik kemudian menemukan senapan runduk Mauser Model 98 kaliber .30-06 yang keker-nya dibungkus handuk.

TemuanKeteranganRelevansi dalam sidang
Jejak di atapObeng dan bekas cetakan di kerikil, termasuk jejak siku, lutut, dan kakiDigunakan untuk menggambarkan posisi tembak yang diduga
Senjata apiMauser Model 98 kaliber .30-06 dengan keker dibungkus handukMenjadi barang bukti utama yang ditemukan dekat lokasi
DNASampel yang konsisten dengan Tyler Robinson pada pelatuk dan selongsong peluruMemperkuat kaitan fisik Robinson dengan penembakan

Pesan teks yang disebut berisi pengakuan

Jaksa juga menyoroti bukti digital yang mereka anggap penting, termasuk pesan teks dengan mantan teman sekamar Robinson. Dalam dakwaan, Robinson disebut meminta temannya memeriksa bagian bawah papan tik komputernya dan menemukan catatan bertuliskan, “Saya memiliki kesempatan untuk menghabisi Charlie Kirk dan saya akan mengambilnya.”

Ketika teman sekamarnya bertanya, “kamu bukan orang yang melakukannya kan????”, Robinson diduga membalas, “Iya saya, saya minta maaf.” Penuntut menilai percakapan itu sebagai bagian dari pengakuan setelah penembakan.

Jaksa juga mengutip pesan lain yang diduga menunjukkan motif Robinson. Dalam percakapan itu, ia disebut menulis, “Saya sudah muak dengan kebenciannya. Beberapa kebencian tidak bisa dinegosiasikan.”

Menurut penuntut, pesan-pesan tersebut akan dipakai untuk menunjukkan keadaan pikiran terdakwa setelah peristiwa penembakan. Robinson juga diduga meminta teman sekamarnya menghapus seluruh riwayat pesan mereka sebelum menyerahkan diri kepada polisi atas desakan orang tuanya.

Sidang yang menentukan langkah kasus

Sidang ini masih berada pada tahap awal untuk menentukan apakah perkara berlanjut ke persidangan penuh. Robinson sejauh ini belum mengajukan pembelaan resmi, sementara jaksa Utah menyatakan akan menuntut hukuman mati dengan sejumlah dakwaan berat.

Dakwaan yang disiapkan mencakup pembunuhan berat, penggunaan senjata api, pelanggaran kekerasan di hadapan anak, dan perintangan penyidikan. Di ruang sidang, Erika Kirk, istri mendiang, serta orang tua Kirk tampak emosional saat mendengar pemaparan jaksa, sementara Donald Trump Jr. juga hadir memberi dukungan.

Source: mediaindonesia.com
Terkait