Lebih dari 400 ribu Warga Negara Indonesia di Taiwan menjadi sasaran perluasan akses edukasi dan layanan keuangan. Kebutuhan ini mencakup pekerja migran, pelajar, profesional, hingga diaspora yang memerlukan transaksi aman dan mudah dijangkau.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BRI menggandeng Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei melalui Letter of Intent atau LoI. Sinergi ini diarahkan pada peningkatan literasi keuangan sekaligus pemanfaatan layanan perbankan bagi komunitas Indonesia di Taiwan.
Kebutuhan Finansial Komunitas Indonesia
Data hingga akhir 2025 menunjukkan jumlah WNI di Taiwan telah melampaui 400 ribu orang. Besarnya komunitas itu membuat pengelolaan keuangan pribadi, pengiriman uang, dan transaksi digital menjadi kebutuhan yang semakin relevan.
Kolaborasi ini tidak hanya membahas pembukaan rekening atau fasilitas transaksi. BRI Taipei Branch dan KDEI Taipei juga akan menjajaki program sosialisasi mengenai cara mengelola keuangan secara sehat sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri.
| Area Kolaborasi | Fokus Layanan |
|---|---|
| Literasi keuangan | Sosialisasi pemahaman keuangan bagi WNI di Taiwan |
| Keuangan pribadi | Edukasi pengaturan kebutuhan finansial sehari-hari |
| Digital banking | Pengenalan pemanfaatan layanan perbankan digital |
| Remitansi | Informasi layanan pengiriman dana |
| Produk perbankan | Pengenalan layanan yang mendukung kebutuhan finansial WNI |
LoI tersebut ditandatangani General Manager BRI Taipei Branch Andik Kurniawan bersama Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo pada Kamis, 17 Juli 2026. Acara itu turut dihadiri Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin serta Senior Executive Vice President Internal Audit BRI Yulianto Setiawan.
BRImo Taiwan Menambah Kanal Transaksi
Salah satu kanal yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan WNI adalah BRImo Taiwan, yang telah diluncurkan pada Maret 2026. Layanan digital tersebut dirancang agar masyarakat Indonesia di Taiwan dapat mengakses layanan perbankan secara praktis, aman, dan nyaman.
Kehadiran BRImo Taiwan menambah pilihan transaksi digital bagi komunitas Indonesia di negara tersebut. Platform ini diposisikan sebagai bagian dari upaya BRI memperluas layanan keuangan yang inklusif untuk diaspora.
Farida Thamrin menyatakan kolaborasi dengan KDEI Taipei merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat Indonesia di luar negeri. Menurutnya, pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat perlu berjalan seiring dengan penggunaan layanan bank sesuai kebutuhan.
“Kami berharap dengan kolaborasi ini semakin banyak WNI di Taiwan memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat serta memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan,” ujar Farida. Ia menegaskan langkah tersebut juga mendukung penyediaan layanan keuangan yang inklusif bagi diaspora Indonesia.
Posisi BRI di Taiwan
BRI Taipei Branch Office telah beroperasi sejak 2021 sebagai Full Retail Foreign Bank Branch di Taiwan. Kantor ini menyediakan layanan simpanan, pinjaman, remitansi, trade finance, treasury, serta layanan perbankan lain bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam jaringan internasional BRI, kantor Taipei menjadi jaringan keenam setelah New York Agency, Cayman Islands Branch, Hong Kong Representative Office, Singapore Branch, dan Timor-Leste Branch. Jaringan tersebut mendukung peran BRI dalam melayani kebutuhan finansial diaspora Indonesia di sejumlah negara.
Arif Sulistiyo menyebut BRI sebagai satu-satunya bank anggota Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara yang beroperasi di Taiwan. Menurutnya, posisi itu strategis untuk membantu masyarakat Indonesia memperoleh informasi mengenai keuangan dan layanan perbankan.
“Kehadiran BRI sebagai satu-satunya bank Himbara di Taiwan memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai keuangan dan layanan perbankan,” kata Arif. Ia berharap akses informasi layanan bank makin mudah dijangkau oleh PMI dan masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Melalui sinergi ini, BRI dan KDEI Taipei menargetkan edukasi keuangan yang lebih relevan bagi WNI di Taiwan. Program tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami pilihan layanan perbankan untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas usaha.
