Brasil harus puas memulai Piala Dunia 2026 dengan satu poin setelah ditahan Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C di Stadion MetLife, New Jersey. Hasil ini terasa seperti peringatan dini bagi Selecao, karena penguasaan bola yang mereka bangun tidak cukup untuk mengatasi kedisiplinan lawan.
Maroko tampil lebih berani sejak awal dan justru lebih dulu memberi ancaman lewat Brahim Diaz serta Neil El Aynaoui. Tekanan itu berbuah gol pada menit ke-25 saat Ismael Saibari berhasil menaklukkan Alisson Becker dan membawa Maroko unggul 1-0.
Brasil merespons enam menit kemudian melalui Vinicius Junior. Sepakan melengkung penyerang Real Madrid itu mengarah ke pojok atas gawang Yassine Bounou dan mengubah skor menjadi 1-1.
Maroko efektif, Brasil baru menemukan ritme setelah tertinggal
Gol Vinicius membuat Brasil lebih percaya diri, tetapi Maroko tetap menjaga organisasi permainan mereka dengan rapi. Babak pertama berlangsung terbuka, dengan kedua tim saling menguji pertahanan meski Maroko terlihat lebih efisien dalam memanfaatkan ruang.
Skor imbang bertahan sampai turun minum dan menjadi gambaran kontras antara dua pendekatan permainan. Brasil memegang bola lebih lama pada fase tertentu, sementara Maroko tampil disiplin dan tidak mudah panik saat ditekan.
Perubahan Ancelotti belum cukup membuka jalan kemenangan
Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti mencoba mengubah dinamika laga dengan memasukkan Fabinho untuk Casemiro dan Danilo untuk Roger Ibanez. Pergantian itu diikuti dengan tambahan tenaga lewat Matheus Cunha dan Luiz Henrique saat Brasil terus menekan.
Meski dominan, Brasil kesulitan menembus blok pertahanan Maroko yang dipimpin Achraf Hakimi. Vinicius tetap menjadi tumpuan utama, tetapi peluang-peluang yang tercipta belum mampu mengubah kedudukan.
Maroko baru melakukan pergantian pemain pada menit ke-64 untuk menjaga kebugaran setelah lebih banyak bertahan. Langkah itu membantu mereka mempertahankan struktur permainan sambil menunggu kesempatan serangan balik.
Bounou bertahan, Brasil gagal memaksimalkan tekanan akhir
Dalam 20 menit terakhir, Brasil meningkatkan intensitas serangan dan menekan lebih dalam hingga masa tambahan waktu. Namun penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam untuk membalikkan keadaan.
Yassine Bounou sempat mendapat perawatan karena masalah pada bahunya, tetapi kiper Maroko itu tetap bisa melanjutkan pertandingan. Situasi itu tidak mengubah jalannya laga, dan Maroko berhasil menjaga skor tetap sama sampai peluit panjang.
Hasil 1-1 membuat Brasil dan Maroko sama-sama mengantongi satu poin di Grup C. Bagi Brasil, pertandingan ini memperlihatkan bahwa dominasi di lapangan belum otomatis berujung kemenangan, sedangkan Maroko pulang dengan poin berharga dari laga yang berjalan ketat.
Source: www.suara.com






