Di era digital, sekolah tidak lagi cukup hanya memajang dokumentasi kegiatan di website atau media sosial. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa sekolah perlu membangun branding yang benar agar keunggulan dan prestasinya dikenal publik.
Pesan itu disampaikan saat membuka Media Talkshow School PR Upgrade: Strategi Branding Sekolah di Era Digital di East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil III Malang. Forum yang digelar Malang Posco Media itu diikuti sekitar 50 perwakilan dari berbagai jenjang sekolah di Malang Raya.
Sekolah Dituntut Membangun Citra Positif
Aries menilai sekolah harus mampu membangun citra positif di tengah derasnya arus informasi digital. Menurut dia, media sosial bukan hanya kanal publikasi, tetapi juga sarana untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Ia juga mengingatkan bahwa sekolah kini berhadapan dengan berita negatif yang bisa memengaruhi citra lembaga. Karena itu, dibutuhkan tim kehumasan yang aktif untuk mengelola informasi dan menyebarkan konten positif secara konsisten.
Aries mendorong sekolah tidak berhenti pada pencapaian siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri. Ia meminta sekolah ikut mengangkat kisah sukses alumni yang bekerja dan berwirausaha sebagai bagian dari branding sekolah.
“Kesuksesan alumni di dunia kerja dan wirausaha juga merupakan prestasi sekolah,” ujarnya. Cerita seperti itu, kata dia, perlu dipublikasikan karena bisa memperkuat citra sekolah di mata publik.
Tim Humas Jadi Ujung Tombak
Aries berharap para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyerap ilmu dari para narasumber. Ia juga meminta setiap sekolah membentuk tim humas yang kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan konten positif secara berkelanjutan.
Selain itu, sekolah didorong membangun inovasi di lingkungan masing-masing lalu menyebarkan hal-hal positif kepada masyarakat. Langkah itu diyakini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap sekolah.
| Fokus | Pesan Utama | Dampak yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Branding sekolah | Tidak cukup hanya upload dokumentasi kegiatan | Keunggulan sekolah lebih dikenal masyarakat |
| Tim humas | Harus aktif, kreatif, dan inovatif | Konten positif terjaga secara konsisten |
| Konten alumni | Kerja dan wirausaha juga layak diangkat | Citra sekolah semakin kuat di mata publik |
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai era digital menuntut sekolah memanfaatkan media untuk branding dan mengapresiasi langkah Malang Posco Media yang menggelar kegiatan tersebut.
Kolaborasi Pendidikan dan Media
Direktur Malang Posco Media, Hary Santoso, mengatakan kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bakorwil III Malang, dan Malang Posco Media. Ia berharap forum tersebut memberi gambaran nyata dan pengetahuan baru tentang dinamika branding sekolah.
Hary menyebut kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian Malang Posco Media terhadap dunia pendidikan. Menurut dia, materi yang dibahas diharapkan bisa menjadi ilmu baru dan memberi dampak langsung bagi upaya branding sekolah di lapangan.
Source: malangposcomedia.id






