Bot Judi Online Kian Agresif, Komdigi Ungkap Lonjakan Komentar Spam 128 Persen

Promosi judi online di media sosial makin sulit diabaikan karena tidak lagi muncul sebagai spam acak. Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi menemukan lonjakan komentar spam yang menyebarkan promosi judi online di sejumlah akun lintas platform.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar mengatakan temuan pemantauan dalam dua minggu terakhir naik sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026. Angka itu menunjukkan pola penyebaran yang lebih terstruktur dan menyasar ruang publik digital secara massal.

Bot Memanfaatkan Akun Ramai

Komdigi menilai pola ini berkaitan dengan aktivitas terorganisir lintas negara yang memakai bot untuk memantau media sosial secara real time. Begitu unggahan dari akun dengan jangkauan tinggi mulai ramai, sistem otomatis menyebarkan komentar promosi atau mengarahkan pengguna ke situs judi online.

Pola tersebut juga memanfaatkan akun-akun bodong di Instagram, Facebook, dan TikTok. Komentar dibuat berulang dengan variasi kata kunci dan tagar agar lolos dari moderasi otomatis platform.

Fenomena ini ikut menumpang pada momen dimulainya Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni. Pelaku memanfaatkan perhatian besar terhadap turnamen itu untuk memperkuat promosi taruhan olahraga di media sosial.

Terhubung Lewat Jaringan Afiliasi

Dari analisis jaringan, Komdigi menemukan operasi penyebaran komentar spam itu terhubung dengan berbagai platform judi online melalui sistem afiliasi. Salah satu penanda yang terlihat adalah penggunaan tagar rawitbet dalam pola penyebaran komentar.

Temuan UtamaDetailDampak
Kenaikan temuan128 persen dalam dua minggu terakhirMenunjukkan pola spam yang makin agresif
Platform yang disasarInstagram, Facebook, dan TikTokJangkauan promosi jadi lebih luas
Pola jaringanTerhubung lewat sistem afiliasi dan botPromosi bergerak cepat dan terkoordinasi

Alexander menjelaskan bahwa aktivitas ini berjalan secara transnasional dan terkoordinasi. Jaringan akun yang terindikasi berbasis di India dan Brazil disebut menyebarkan ribuan komentar promosi dalam waktu singkat, terutama pada akun media sosial dengan jangkauan publik yang tinggi.

Cara kerja seperti ini membuat promosi judi online tidak lagi tampil sebagai iklan terbuka. Sebaliknya, promosi menyusup ke kolom komentar dan bergerak cepat sebelum sempat dibatasi oleh moderasi platform.

Koordinasi Dengan Platform Digital

Menindaklanjuti temuan tersebut, Komdigi terus berkoordinasi dengan penyelenggara platform digital untuk melakukan penanganan. Langkah ini ditempuh di tengah upaya memutus rantai penyebaran konten promosi yang memanfaatkan celah sistem otomatis.

Alexander menegaskan bahwa menjaga ruang digital nasional tidak bisa dibebankan hanya pada pemerintah. Ia meminta masyarakat ikut melapor jika menemukan konten mencurigakan dan tidak ikut menyebarkannya.

Menurut dia, kewaspadaan pengguna menjadi bagian penting untuk menghentikan sebaran judi online yang kian rapi dan terkoordinasi. Tanpa partisipasi publik, komentar spam dapat terus berpindah dari satu akun ke akun lain dan memperluas jangkauan promosi dalam waktu singkat.

Target Utama Akun Dengan Jangkauan Tinggi

Komdigi melihat akun dengan jangkauan tinggi sebagai target utama karena interaksi di sana lebih mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan komentar promosi. Begitu percakapan ramai, jaringan bot bisa masuk dan menumpuk komentar berisi ajakan atau tautan ke situs judi online.

Cara ini membuat promosi tampak seperti bagian dari percakapan biasa di media sosial. Padahal, di belakangnya ada pola distribusi yang berulang, sistematis, dan dirancang untuk menghindari deteksi otomatis dari platform.

Source: www.idntimes.com

Terkait