Pekerjaan pembukaan jalan di Italia berubah menjadi penemuan arkeologi besar setelah area yang lebih dulu disisir dari sisa bom Perang Dunia II justru menyimpan kompleks tempat suci kuno. Situs di Ponso itu diperkirakan berdiri sejak abad ke-5 sebelum Masehi, atau sekitar 2.500 tahun lalu.
Temuan ini muncul saat tim Veneto Strade S.p.A. menyiapkan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Borgo Veneto dan Carceri. Sebelum alat berat masuk, lahan tersebut diperiksa karena masih berisiko menyimpan ranjau dan bom sisa perang.
Kuil Kuno di Tengah Proyek Infrastruktur
Artefak pertama yang ditemukan segera memicu penggalian lebih luas oleh Italian Superintendency of Archaeology, Fine Arts and Landscape. Dari penggalian awal, arkeolog mengidentifikasi fondasi besar berbentuk persegi panjang yang mengarah pada keberadaan kuil.
Struktur itu juga memiliki ciri peripteral, yakni bangunan yang dikelilingi deretan kolom di keempat sisinya. Bentuk ini menunjukkan kompleks keagamaan tersebut dibangun dengan skala monumental, bukan sekadar bangunan kecil untuk aktivitas lokal.
| Temuan Utama | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Ponso, sekitar 72 kilometer di barat daya Venesia |
| Periode Awal | Abad ke-5 sebelum Masehi, sekitar 2.500 tahun lalu |
| Bangunan | Kuil dengan ciri peripteral dan fondasi monumental |
| Temuan Lain | Pecahan kolom batu, balok bangunan, dan prasasti |
Penelitian lanjutan menunjukkan situs itu merupakan bagian dari ruang keagamaan milik bangsa Veneti, kelompok yang menghuni wilayah timur laut Italia sebelum dikuasai Romawi. Temuan ini memperlihatkan bahwa Ponso sudah memiliki fungsi ritual penting jauh sebelum masa Romawi.
Selain fondasi kuil, tim arkeologi menemukan pecahan kolom batu, balok bangunan, dan sejumlah prasasti. Sebagian prasasti ditulis dalam bahasa Latin, sedangkan banyak lainnya memakai aksara Venetik, bahasa kuno yang digunakan masyarakat Veneti sebelum era Romawi.
Jejak Ritual yang Masih Bertahan di Masa Romawi
Sejumlah batu berukir juga memiliki sifat votif, yakni dipersembahkan sebagai bagian dari ritual keagamaan. Italian Superintendency of Archaeology, Fine Arts and Landscape menjelaskan bahwa sebagian batu berinskripsi tampaknya dipakai ulang sebagai bagian dari lantai berpaving, sementara sebagian lain masih berada di posisi aslinya.
Menariknya, situs ini tampaknya tidak ditinggalkan ketika wilayah tersebut masuk ke era Romawi. Dari penelitian sementara, lantai batu di kompleks itu kemungkinan dibangun sekitar abad pertama Masehi, menandakan area tersebut tetap dimanfaatkan meski tradisi budayanya berubah.
Dalam pernyataan resminya, otoritas arkeologi Italia menyebut situs itu tetap memiliki fungsi penting pada masa Romawi, meskipun diwujudkan melalui bentuk dan kerangka budaya yang berbeda dibanding fase sebelumnya.
Para peneliti juga menduga salah satu cabang Sungai Adige pernah meluap dan membanjiri kawasan itu pada masa lampau. Namun, bukti awal menunjukkan kompleks tersebut tidak ditinggalkan setelah banjir, melainkan terus digunakan selama beberapa abad.
Temuan di Ponso menambah daftar penemuan penting di Italia dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, arkeolog menemukan nekropolis Zaman Besi berusia hampir 3.000 tahun di Trento serta sisa-sisa kota Romawi kuno di dekat Via Appia, jalan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Penggalian di Ponso masih berlanjut untuk mengetahui ukuran sebenarnya dari kompleks keagamaan itu dan memahami perannya dalam kehidupan masyarakat Veneti sebelum wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Romawi. Penelitian lanjutan di area proyek jalan itu masih diharapkan membuka detail baru dari situs yang muncul di tengah upaya menyingkirkan sisa perang tersebut.
