Fire-Boltt tampaknya sudah semakin dekat masuk ke pasar smartphone India lewat perangkat pertama yang disebut Boltt Evo 4G. Bocoran awalnya menunjukkan ponsel ini bakal langsung bermain di kelas entry-level, tetapi dengan satu detail yang cukup menonjol: Android 16.
Kemunculan nama Boltt Evo di Geekbench juga membuat spesifikasi awal perangkat ini mulai terbaca lebih jelas. Dari sana, arah chipset, RAM, dan performa dasar ponsel perdana Fire-Boltt itu mulai terlihat tanpa harus menunggu pengumuman resmi.
Chipset yang mulai terungkap
Menurut unggahan tipster Abhishek Yadav di X, smartphone pertama Fire-Boltt bisa meluncur dengan nama Boltt Evo 4G. Penamaan itu menguatkan dugaan bahwa perangkat ini akan mendukung jaringan 4G dan menyasar segmen ponsel terjangkau.
Sebelumnya, tipster yang sama sempat menyebut perangkat ini mungkin memakai Unisoc Tiger T615 atau Unisoc Tiger T7250. Namun, daftar Geekbench yang muncul melalui 91Mobiles kini mengarah lebih spesifik ke Unisoc T7250.
Entri benchmark tersebut menampilkan codename motherboard “ums9230_6h10” dan frekuensi dasar chipset 1.61GHz. Konfigurasinya terdiri dari CPU octa-core berbasis ARMv8, dengan enam inti efisiensi pada 1.61GHz dan dua inti performa pada 1.82GHz.
| Detail | Info yang Terlihat |
|---|---|
| Nama Model | Boltt Evo |
| Chipset | Unisoc T7250 |
| Motherboard | ums9230_6h10 |
| Konfigurasi CPU | 8 inti, 6 inti efisiensi dan 2 inti performa |
| Frekuensi | 1.61GHz dan 1.82GHz |
Unisoc T7250 dibuat dengan proses 12nm dan pertama kali diumumkan pada 2024. Chip ini juga sudah dipakai di sejumlah ponsel terjangkau seperti Realme P4x, Oppo A6c, Poco C81 Pro, dan Itel Zeno 200.
RAM 4GB dan Android 16
Listing Geekbench itu juga memberi petunjuk soal memori. Boltt Evo 4G disebut membawa setidaknya RAM 4GB, sesuai varian yang terdeteksi saat pengujian.
Di sisi software, perangkat ini diperkirakan menjalankan Android 16 langsung dari kotak. Jika informasi tersebut tepat, Fire-Boltt akan memulai debut smartphone-nya dengan sistem operasi yang tergolong baru untuk kelas entry-level.
Pada pengujian Geekbench 6.7.1 untuk Android AArch64, varian 4GB itu mencatat 440 poin single-core dan 1.470 poin multi-core. Angka ini belum cukup untuk menebak pengalaman harian secara lengkap, tetapi sudah memberi sinyal bahwa perangkat ini memang ditujukan untuk kebutuhan dasar.
| Aspek | Hasil |
|---|---|
| RAM | 4GB |
| Sistem Operasi | Android 16 |
| Skor Single-Core | 440 |
| Skor Multi-Core | 1.470 |
Langkah awal Fire-Boltt di smartphone
Fire-Boltt sebelumnya sudah mengonfirmasi rencana ekspansi ke pasar smartphone India. Langkah ini menandai perluasan bisnis perusahaan yang selama ini lebih dikenal lewat perangkat elektronik konsumen dan wearable.
Perusahaan juga memastikan portofolio smartphonenya akan dibagi ke dalam seri Evo dan Ace. Kedua lini itu disebut akan mencakup model 4G dan 5G, yang menunjukkan strategi produk untuk menjangkau lebih dari satu lapisan pasar.
Nama Boltt Evo 4G membuat seri Evo terlihat seperti pintu masuk awal Fire-Boltt ke kategori ponsel massal. Segmen seperti ini biasanya diisi perangkat dengan harga lebih terjangkau dan fokus pada fungsi dasar yang paling dibutuhkan pengguna.
Sampai saat ini, detail resmi soal layar, kamera, baterai, penyimpanan internal, dan desain belum diumumkan. Jadwal peluncuran juga masih belum dibuka, sehingga Boltt Evo 4G baru sebatas perangkat yang keberadaannya mulai terlihat jelas lewat bocoran dan benchmark.
Yang sudah pasti, Fire-Boltt kini tidak lagi sekadar memberi isyarat soal masuk ke pasar smartphone. Dengan nama produk yang sudah muncul, spesifikasi awal yang mulai terbaca, dan Android 16 yang ikut terdeteksi, langkah perdana mereka tampak semakin konkret meski masih menyisakan banyak detail yang belum diungkap.
Source: www.gadgets360.com






