BMW X1 sedang menuju penyegaran yang cukup penting, tetapi perubahan itu tidak akan menghapus identitas lamanya. Yang paling terlihat justru ada di wajah baru bergaya Neue Klasse, sementara platform dan mesin tetap dipertahankan.
Langkah ini membuat X1 tampil lebih modern tanpa harus berubah total. Bagi BMW, pendekatan seperti ini memberi cara cepat untuk menyelaraskan SUV kompak andalannya dengan bahasa desain masa depan.
Wajah depan jadi pusat perubahan
Bagian depan menjadi area yang paling mudah dikenali dari facelift ini. BMW membawa kisi-kisi kidney yang lebih vertikal, lalu menggabungkannya dengan elemen hitam mengilap di sisi gril yang menyatu ke lampu utama LED.
Arah desain itu mengikuti model lain yang sudah lebih dulu memakai bahasa Neue Klasse, termasuk iX3 dan sedan i3. Di bagian bawah, intake udara baru dengan bingkai hitam dan kemungkinan air curtain gelap ikut memberi kesan yang lebih tegas.
Profil tetap akrab, buritan belum banyak berubah
Karena ini hanya penyegaran tengah usia, sisi samping X1 diperkirakan hampir tidak berubah. Panel pintu dan handle pintu disebut tetap sama, sehingga siluet keseluruhan mobil masih akan sangat familiar.
Bagian belakang juga belum dipastikan sepenuhnya, tetapi petunjuk dari spy shots sebelumnya menunjukkan lampu belakang yang mirip dengan model saat ini. Perubahan paling mungkin hadir pada detail cahaya di dalam lampu dan bumper baru dengan aksen hitam kontras.
Masih bertumpu pada platform lama
Di balik tampilan yang lebih segar, X1 facelift tetap memakai arsitektur FAAR. Artinya, SUV ini tidak pindah ke platform Neue Klasse dan masih membawa struktur teknis yang selama ini sudah digunakan.
Konsekuensinya, pilihan mesin juga diperkirakan tidak banyak bergeser. BMW masih menyiapkan opsi 1,5 liter dan 2,0 liter, sementara varian hybrid tetap melengkapi jajaran di pasar tertentu seperti yang terjadi sekarang.
Inilah yang membuat X1 berada di posisi unik. Dari luar, mobil ini akan terasa lebih dekat dengan arah desain masa depan BMW, tetapi di bawah kulitnya tetap bertahan dengan fondasi lama yang sudah terbukti.
Pendekatan tersebut juga menunjukkan strategi BMW yang cukup hati-hati. Alih-alih mengganti semua komponen sekaligus, merek asal Jerman itu tampaknya memilih menjaga kesinambungan produksi sambil membawa identitas baru ke salah satu model volume besarnya.
Source: www.carscoops.com






