Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang selatan Mindanao, Filipina, langsung membuat BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi warga pesisir Indonesia. Meski peringatan dini tsunami sudah dihentikan, masyarakat di wilayah pantai tetap diminta menjauhi area pesisir untuk sementara.
Guncangan kuat itu terjadi pada Senin pukul 06.37 WIB dan berasal dari gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.
Dampak lintas negara terasa sampai Indonesia
Sebagai negara yang berdekatan dengan Filipina, Indonesia ikut merasakan dampak lanjutan dari gempa tersebut. BMKG sempat mengeluarkan empat kali peringatan dini tsunami, lalu menambahkan dua daerah lagi dalam pembaruan berikutnya.
Data BMKG mencatat gelombang tsunami minor muncul di sembilan wilayah Indonesia dengan tinggi yang berbeda-beda. Tercatat 9 sentimeter di Loloda, Maluku Utara, 18 sentimeter di Ulu Siau, Sulawesi Utara, dan 32 sentimeter di Melonguane, Sulawesi Utara.
Gelombang kecil juga terdeteksi di Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan tinggi 30 sentimeter. Selain itu, Paleleh, Sulawesi Tengah, mencatat 45 sentimeter, Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara, 32 sentimeter, dan Bitung, Sulawesi Utara, 29 sentimeter.
Dua lokasi lain yang tercatat adalah Ternate, Maluku Utara, dengan ketinggian 14 sentimeter, serta Talengan, Sangihe, Sulawesi Utara, yang mencapai 75 sentimeter. Temuan ini menunjukkan dampak tsunami memang terjadi, meski masih dalam kategori minor.
Peringatan dini berakhir, tapi kewaspadaan belum selesai
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami akhirnya berakhir karena tidak ada kenaikan air laut signifikan yang membahayakan wilayah pesisir. BMKG menetapkan status itu berakhir pada 10.15.51 WIB.
Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang membantu diseminasi informasi dan melakukan evakuasi dengan cepat. Namun, BMKG tetap memantau perkembangan aktivitas gempa susulan setelah status peringatan dicabut.
Karena itu, warga pesisir diminta tetap tenang tetapi tidak lengah terhadap potensi risiko lanjutan. BMKG menegaskan masyarakat perlu menjauhi area pantai untuk sementara waktu, termasuk tidak beraktivitas di tepi pantai dan muara sungai.
Filipina terdampak paling parah
Di Filipina, gempa ini merusak sejumlah bangunan dan menelan korban jiwa. Mengutip laporan yang dikutip dari Instagram ABS-CBN News, Kantor Pertahanan Sipil Filipina menyebut delapan orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Rinciannya, tiga korban berada di Davao Occidental, tiga di General Santos City, dan dua di South Cotabato. Sejumlah warga di General Santos juga menggambarkan guncangan itu sebagai salah satu yang terkuat yang pernah mereka rasakan.
Haula, warga setempat, mengatakan banyak bangunan runtuh dan kondisi kota sempat terganggu karena listrik serta air terputus. Gambaran itu memperlihatkan betapa kuatnya gempa yang tidak hanya memicu perhatian di Filipina, tetapi juga memengaruhi kesiapsiagaan di Indonesia.
BMKG meminta masyarakat terus mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi dari lembaganya. Dalam situasi setelah gempa besar, kondisi di pesisir bisa berubah cepat sehingga kewaspadaan tetap diperlukan meski peringatan dini sudah berakhir.
Source: www.beautynesia.id






