Bitgo Cetak Lonjakan Pendapatan 2026, Regulasi Dan Stablecoin Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

Bitgo memasuki 2026 dengan sinyal yang kontras: pendapatan melonjak tajam, tetapi arah laba masih sangat dipengaruhi harga kripto. Di saat yang sama, perusahaan melihat dua mesin pertumbuhan yang paling penting justru datang dari regulasi yang makin terbuka dan ekspansi produk stablecoin.

Pola itu terlihat dari kinerja kuartal keempat dan setahun penuh 2025 yang diumumkan manajemen. Pendapatan kuartal keempat mencapai $6.2 miliar, naik 440% year-over-year, sementara pendapatan setahun penuh naik 424% menjadi $16.2 miliar.

Basis institusional jadi fondasi utama

Michael Belshe menegaskan Bitgo memang dibangun untuk kebutuhan institusi, bukan untuk siklus hype retail. Ia menyebut klien institusional lebih lengket dan kurang sensitif terhadap volatilitas jangka pendek.

Perusahaan juga memposisikan diri sebagai infrastruktur aset digital untuk institusi, platform, dan negara. Layanannya mencakup wallets, qualified custody, trading, staking, lending, settlement, dan tools kepatuhan dalam satu platform terpadu.

Dari sisi operasional, jumlah klien naik 104% year-over-year menjadi 5,322. Jumlah pengguna juga naik 14% year-over-year menjadi 1.2 juta pengguna.

Pendapatan besar, tetapi tidak semua lini bergerak sama

Manajemen berulang kali menekankan bahwa nilai aset di platform tidak sepenuhnya mencerminkan performa bisnis. Harga pasar kripto ikut mengubah nilai itu, sehingga Bitgo juga melihat metrik berbasis unit dan harga yang dinormalisasi.

Secara unit, BTC di platform naik 8% year-over-year dan lima aset terbesar berdasarkan volume naik 3%. Pada basis harga yang dinormalisasi, aset di platform naik 16% year-over-year, sementara aset staked turun 7%.

Kontributor terbesar datang dari digital asset sales. Segmen ini menghasilkan $6.0 miliar pada kuartal keempat, naik 531% year-over-year, dan $15.6 miliar untuk setahun penuh, naik 513%.

Sebaliknya, staking tertekan oleh harga aset yang lebih rendah. Pendapatan staking kuartal keempat turun sekitar 64% year-over-year menjadi $58.3 juta, sedangkan setahun penuh turun 16% menjadi $385.0 juta.

Stablecoin mulai mengubah campuran bisnis

Subscriptions and services menjadi salah satu penopang yang lebih stabil. Pendapatan kuartal keempat naik 75% year-over-year menjadi $39.3 juta, dan setahun penuh naik 57% menjadi $121.5 juta.

Pertumbuhan di lini ini ditopang kenaikan jumlah klien, development fees, dan aktivitas lending yang lebih tinggi. Bitgo mengatakan custody and wallet solution clients naik menjadi 1,534, sementara lending book ditutup sekitar $207.4 juta, naik 114% year-over-year.

Stablecoin as a Service juga mulai memberi kontribusi material. Pendapatan kuartal keempat mencapai sekitar $26.6 juta dengan take rate sekitar 20 basis poin atas assets under management, lalu setahun penuh mencapai $66.7 juta.

Belshe menyebut USD1 telah tumbuh menjadi lebih dari $5 miliar market cap sejak diluncurkan. Ia juga mengatakan SoFi memilih platform Stablecoin as a Service milik Bitgo untuk stablecoin SoFi USD.

Derivatives dan regulasi jadi taruhan 2026

Peluncuran bisnis derivatives pada awal 2026 menjadi sorotan besar berikutnya. Manajemen mengatakan layanan itu diluncurkan pada January 1 dan sudah menghasilkan sekitar $3 miliar notional trading volume serta lebih dari $3 juta revenue.

Bitgo menilai derivatives akan menjadi bagian besar dari volume perdagangan ke depan. Perusahaan melihat banyak klien mulai bergeser dari spot trading ke derivatives karena kebutuhan yield dan perlindungan dari downside market.

Pada kuartal pertama, perusahaan memperkirakan gross trading volume dan net trading revenue sama-sama turun secara quarter-on-quarter, tetapi tetap naik kuat dibanding Q1 2025. Manajemen menilai sebagian aktivitas spot saat ini sedang bermigrasi ke produk derivatives.

Lingkungan regulasi juga menjadi pengungkit penting. Bitgo menyoroti pengesahan GENIUS Act dan pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal bahwa lebih banyak firma tradisional akan masuk ke aset digital.

Ekspansi lisensi berjalan di beberapa pasar. Pada 2025, Bitgo memperluas lisensi di Jerman dan menjadi custody broker di Dubai, sementara OCC license mendukung ekspansi di Amerika Serikat di bawah satu kerangka nasional untuk 50 negara bagian.

Untuk 2026, proses lisensi dan registrasi baru sedang berjalan di India, Korea Selatan, Inggris, dan Cayman Islands. Perusahaan melihat APAC sebagai peluang ekspansi terbesar karena kawasan itu memiliki porsi besar dari likuiditas kripto global dan kerangka regulasi yang sudah mapan.

Pipeline institusional dan neraca masih menopang

Belshe mengatakan permintaan dari tradisional finance belum melambat. Ia menyebut nama-nama besar seperti Morgan Stanley dan Citibank sebagai tanda bahwa institusi besar semakin aktif masuk ke aset digital.

Menurut manajemen, proses masuknya institusi besar biasanya panjang, mulai dari RFI, RFP, hingga penutupan dan deployment bertahap. Karena itu, Bitgo menilai pipeline tetap kuat meski belum semua calon klien diumumkan.

Perusahaan juga mengungkap bahwa sekitar 70% revenue-generating clients memakai dua atau lebih produk Bitgo. Sekitar 50% memakai tiga produk atau lebih, yang masih membuka ruang cross-sell.

Dari sisi keuangan, total expenses mencapai $6.2 miliar pada kuartal keempat dan $16.1 miliar untuk setahun penuh. Net loss kuartal keempat tercatat $50 juta, sedangkan net loss setahun penuh mencapai $14.8 juta, terutama karena unrealized losses pada digital asset treasury saat harga aset turun.

Meski begitu, adjusted EBITDA justru meningkat. Kuartal keempat mencapai $12.1 juta, naik 188% year-over-year, dan setahun penuh mencapai $32.4 juta, naik 904%.

Bitgo menutup tahun dengan total equity $318.5 juta dan tidak memiliki utang jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan juga masih mempertahankan Bitcoin treasury strategy, yakni menahan Bitcoin yang diterima atau dibeli dalam kegiatan bisnis normal dan sesekali mengalokasikan kas untuk membeli Bitcoin tambahan.

Baca Juga

Back to top button